Tidak Takut Dan Tidak Cinta Tuhan, Asas Kejahatan (1)

Penyakit paling besar yang menimpa dunia hari ini tetapi tidak dianggap penyakit dan mungkin orang Islam pun tidak menganggapnya sebagai penyakit, yaitu tidak takut dan tidak cinta Tuhan. Tidak takut dan tidak cinta Tuhan adalah penyakit besar yang sedang melanda dunia. Orang yang tidak takut dan cinta Tuhan, kalaupun dia tidak mengganggu orang, dia tetap dianggap jahat. Itu menurut pandangan Tuhan. Menurut pandangan manusia, selagi kejahatan itu belum dilahirkan, dia belum dianggap jahat. Tetapi di sisi Tuhan, ia tetap dianggap jahat sebab asas kejahatan itu sudah ada pada dirinya.

Bila tidak takut dan tidak cinta Tuhan artinya jati diri orang itu sudah roboh. Artinya ketahanan dirinya sudah roboh. Bila ketahanan sudah roboh, mudahlah kejahatan-kejahatan itu masuk dalam dirinya. Sebab asas kejahatan, atau tapak bagi kejahatan itu sudah wujud. Bila orang tidak takut Tuhan, dia tidak takut hendak berbuat jahat dengan makhluk Tuhan. Bila orang tidak cinta Tuhan, otomatis dia tidak cinta dengan makhluk Tuhan. Sebab itu tadi disebutkan, kalaupun dia belum mengganggu orang tetapi asas kejahatan sudah ada, yakni tidak takut dan tidak cinta Tuhan, itu sudah dianggap kejahatan. Jati diri sudah tumbang. Pintu kejahatan sudah terbuka luas. Hanya tinggal menunggu waktu saja, hendak dibuat atau tidak.

Bila tidak takut dan tidak cinta Tuhan, kadang-kadang dengan kejahatan orang lain, dia pun ikut menjadi jahat. Contoh: Katalah dalam pergaulan ada kawan-kawan yang buat kesalahan, dia tidak tahan dan dia tidak sabar. Diapun marah-marah. Artinya dengan kejahatan orang dia pun ikut menjadi jahat. Padahal yang
jahat orang lain tetapi dia pun ikut berbuat jahat karena jati diri sudah tiada. Semestinya kalau orang lain berbuat jahat, biarlah orang itu saja yang jahat. Tetapi dia tidak tahan. Dengan kejahatan orang lain, dia pun ikut berbuat jahat. Sebab itulah kalau orang takut dan cintakan Tuhan, artinya hati orang itu bersih daripada
benih kejahatan. Bila benih kejahatan tidak ada, tidak mungkin benih itu akan tumbuh subur. Kejahatan dapat subur itu kalau ada benihnya. Orang berkata, benih itu kalau dipupuk dia akan akan tumbuh subur. Tetapi kalau benih saja sudah tidak ada, bagaimana mungkin akan tumbuh subur?

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer