Syeikh Abu Yazid dan Seorang Pemuda

Syeikh Abu Yazid sering berjalan-jalan dalam pekuburan untuk merenungi kematian. Pada suatu dini hari sepulang dari pekuburan beliau berjumpa dengan seorang pemuda bangsawan yang sedang bermalas-malasan sambil memainkan kecapi (alat musik berdawai; dilarang oleh Rasulullah SAW). Syeikh Abu Yazid berseru dengan ramah, “Semoga ALLAH melindungi kita!” (Bahkan beliau sama sekali tidak berpikir untuk mencela pemuda yang pemalas itu).

Mendengar seruan itu si pemuda marah. Dia menyerang Syeikh Abu Yazid dan memukulkan kecapi ke kepala beliau hingga kepalanya berdarah dan kecapi itu pecah. Ternyata si pemuda dalam keadaan mabuk dan tak menyadari siapa yang dipukulnya.

Syeikh Abu Yazid bangun, merapikan sorbannya dan terus pulang. Ketika hari telah siang beliau memanggil salah seorang muridnya.

“Berapa harga sebuah kecapi?” tanyanya. Si murid memberi tahu harganya. Syeikh Abu Yazid memberikan sejumlah uang seharga kecapi tersebut, dibungkus dengan kain yang rapi dan ditambah dengan makanan yang manis-manis lalu dikirimkannya kepada si pemuda. Beliau berkata, “Apakah engkau tahu pemuda yang biasa bermain kecapi di sana?” Muridnya tahu. Syeikh Abu Yazid meneruskan, “Sampaikan pada pemuda itu bahwa Abu Yazid meminta maaf kepadanya. Semalam karena akulah maka kecapinya pecah. Sebagai gantinya terimalah uang ini dan belilah kecapi yang baru. Makanan yang manis-manis ini untuk penawar kedukaan hatimu karena kecapimu pecah.”

Begitu uang dan hadiah itu sampai, pemuda tersebut langsung sadar sudah melakukan kesalahan besar. Dia langsung mendatangi Syeikh Abu Yazid untuk meminta maaf dan bertaubat. Beberapa temannya mengikutinya untuk bertaubat dari kehidupan mereka selama ini.

*Abu Yazid Thaifur bin ‘Isa Al Busthami, seorang ulama waliyullah terkenal di zaman salafussaleh (0-300 Hijriah). Lahir di Bustham, timur laut Persia. Beliau pendiri sebuah aliran tarekat (Busthamiyah?) yang saat ini tak ada lagi pengamalnya. Wafat tahun 261 H/ 874 M.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer