Sumber Krisis Dan Cara Mengobatinya

Cukup dengan membuka lembaran koran, majalah, atau tabloid atau menghidupkan televisi, kita akan mendapatkan informasi bahwa krisis yang dialami bangsa ini semakin hebatnya. Karena begitu banyaknya, tak perlu lagilah disebutkan. Menilik krisis dan gejala sosial yang terjadi di zaman Rasulullah SAW, krisis di zaman itu disebabkan oleh tiga perkara, yaitu:

1.Keyakinan manusia terhadap ALLAH sudah tipis. Yakin ini tidak sekedar percaya. Kaum jahiliah di zaman itu masih percaya adanya ALLAH tetapi mereka tidak yakin. Karena tidak yakin itulah mereka kemudian mempertuhankan berhala-berhala. Dan itulah yang kita alami pada saat ini yaitu keyakinan kita kepada ALLAH sudah menjadi sedemikian tipis. Contoh yang sedang kita hadapi seperti: kita masih percaya bahwa ALLAH itu Maha Pemberi Rizqi tetapi keyakinan kita sudah tipis saat ini. Sehingga ketika harga-harga kebutuhan naik karena harga BBM sedangkan kiriman orangtua tidak bertambah kita mulai cemas. Kita percaya bahwa ALLAH Maha Melihat tetapi kita tidak yakin dengan hal tersebut. Buktinya, maksiat masih saja terus kita lakukan.

2.Manusia sudah tipis keyakinnnya tentang adanya akhirat. Kita pun sekarang hanya sekedar percaya tetapi tidak yakin. Buktinya, kita banyak gunakan waktu kita untuk perbuatan yang sia-sia. Padahal semua perbuatan di dunia ini akan ditanya di akhirat dan akan diberi balasan. Semua amalan di dunia ini adalah amalan akhirat.

3.Manusia terlalu sayang dan cinta kepada diri mereka sendiri. Ketika manusia telah cinta dengan diri sendiri ia akan mau senang sendiri, mau kaya sendiri, mau pandai sendiri, dan lain-lain. Karena semua krisis yang kita alami ini bersumber dari tiga hal tersebut, maka Rasulullah SAW memberikan tiga pil untuk mengobatinya.

Tiga pil besar tersebut adalah:

1.Rasulullah mananamkan lagi rasa tauhid. Rasulullah berupaya supaya manusia merasakan kembali kebesaran ALLAH, kehebatan ALLAH dan keperkasaan ALLAH. Dibacanya ayat-ayat yang menunjukkan bahwa ALLAH itu Maha Perkasa, Maha Agung, Maha Pencipta, dan Maha Menjadikan. ALLAH yang menghidupkan dan mematikan kita. Dia memberi nikmat kepada orang yang baik dan mengazab orang jahat. Hasil dari usaha ini, manusia kembali takut dan gentar kepada kekuasaan ALLAH.

2.Rasulullah menanamkan kembali cinta kepada akhirat. Beliau menyerukan ayat-ayat yang memerkatakan tentang akhirat dari masjid ke masjid, dari lembah ke lembah, dari kabilah ke kabilah, dan dari padang pasir ke padang pasir. Beliau memperkatakan tentang surga dan neraka. Dengan usaha itulah Rasulullah berhasil melahirkan dan menimbulkan manusia yang jiwanya terpaut dengan akhirat dan sangat rindu dengan akhirat. Akhirnya, bukan saja harta dihabiskan untuk akhirat bahkan nyawa sendiri pun dikorbankan untuk akhirat. Keberhasilan pil yang kedua ini membuat manusia tidak lagi bergaduh dengan sesamanya karena tidak ada lagi uang, material atau jabatan yang hendak diperebutkan.

3.Rasulullah menanamkan kembali semangat dan perasaan cinta sesama manusia terutama umat Islam. Tindakan ini dilakukan guna mengikis penyakit terlau cinta diri sendiri, yaitu perasaan yang hanya mau membela diri sendiri, keluarga sendiri, atau kawan-kawan sendiri. Rasulullah SAW mengajak sesama mnausia agar layan-melayani antar sesama. Rasul bersabda: ”Barangsiapa yang menunaikan suatu hajat saudaranya yang lain, ALLAH akan menunaikan padanya 70 hajat”. Dari sini lahirlah perasaan kasih sayang pada orang lain. Mereka ibarat satu tubuh, apabila diraa sakit pada satu bagian maka akan merasa sakitlah bagian yang lain.

Dari langkah-langkah pengobatan tersebut lahirlah masyarakat yang mengusahakan taqwa. Tuhan diagungkan, dibesarkan dan dipuja. Maka datanglah belas kasihan dan bantuan Tuhan sehingga Tuhan bebaskan mereka dari kesusahan dan segala macam krisis. ALLAH telah berjanji: “Barangsiapa bertaqwa kepada ALLAH, ALLAH akan lepaskan ia dari masalah hidup dan memberi rizqi dari sumber yang tidak diduga” (AT Talaq: 2-3). “ALLAH menjadi pembela bagi orang yang bertaqwa” (Al Jatsiyah: 19). ALLAH juga telah berjanji (Maha suci ALLAH dari memungkiri janji): “Jika penduduk satu kampong beriman dan bertaqwa, Kami akan bukakan keberkatan dari Langit dan Bumi” (Al A’raf: 96).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer