SAYIDINA ALI PEMBELA FAKIR MISKIN

Siti Fatimah dan Sayidina Ali di dalam keadaan menderita dan melarat, masih dapat lagi dengan gagahnya memikirkan perihal orang lain dan dapat membela nasib orang lain. Mereka masih bertanggung jawab pada orang lain sebagaimana yang kita dapat membaca atau mendengar dalam sejarah.

Fakir miskin, janda-janda dan anak-anak yatim di sekeliling rumah Sayidina Ali dapat dibela oleh beliau suami istri. Itu pun mereka-mereka yang terbela tidak mengetahui dan tidak menyangka bahwa Sayidina Ali dan istrinyalah yang meninggalkan makanan di beranda-beranda rumah mereka di waktu malam, ketika mereka sedang nyenyak tidur. Pada pagi hari sajalah fakir miskin ini terlihat ada makanan diletakkan. Mereka tidak terfikir sama sekali bahwa makanan itu diletakkan oleh Sayidina Ali karena mereka sudah memaklumi akan keadaan suami istri itu. Tentu mereka menganggap atau terfikir bahwa yang meninggalkan makanan itu adalah orang seperti Abdul Rahman ibn Auf yang terkenal kaya raya, seorang ahli ekonomi yang telah merancang strategi bersama Rasulullah SAW hingga merobohkan kekuatan ekonomi orang-orang Yahudi di Madinah. Mungkin juga mereka menyangka perbuatan itu perbuatan Sayidina Abu Bakar atau Sayidina Umar atau lain-lain dermawan Islam tetapi sekali-kali pun mereka tidak terlintas pikiran mengenai Sayidina Ali.

Bagaimana akhirnya mereka mengetahui bahwa yang membela mereka ialah Sayidina Ali, yaitu ketika Sayidina Ali meninggal dunia dan bantuan mereka terputus. Dari saat itulah mereka menyadari akan besarnya pengorbanan Sayidina Ali yang selama ini membela dan memberi bantuan kepada mereka.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer