Sajak 1 Kehidupan para sahabat Rasulullah






Kehidupan Para Sahabat Rasulullah



Kehidupan Para Sahabat Rasulullah

Sahabat-Sahabat Rasulullah
apabila bertemu satu sama lain
Tidak akan bercerita tentang dunia
Mereka tidak akan bercakap tentang makan minum rumah dan pakaian
Kecuali menceritakan
terhadap Sahabatnya yang lain jika mereka mendapat kesusahan
Agar Sahabat-Sahabat bersimpati
dan memberi bantuan
Pertemuan para Sahabat di antara satu sama lain akan bertanya kecacatan diri
Untuk diketahui dan dibaiki
Bertanyakan khabar Rasulullah
keluarganya dan tentang keadaannya
Lebih-lebih lagi bertanya
apa wahyu yang baru turun
Apakah sabdanya yang baru diterima darinya
Beritakanlah, kita boleh kongsi bersama
Para Sahabat bertemu, berbincang-bincang apa lagi kebaikan yang hendak dibuat
Kalau tidak ada yang perlu untuk dibualkan
masing-masing diam sahaja
Namun hal-hal dunia
tidak dijadikan perbincangan dan perbualan
Apatah lagi hendak bercerita-cerita
hal keburukan orang
Mereka kalau ramai berada di dalam masjid
Orang yang lalu di tepi masjid
menyangka tidak ada orang di dalam masjid
Kerana sunyi sepi daripada perbualan
Kalau adapun Al Quran dibaca orang
Sahabat tidak menguatkan suara
Agar tidak mengganggu orang
macam masjid di zaman kita
Mereka di dalam masjid sangat tawadhuk
tadhoruk dan khusyuk
Membanyakkan sembahyang
zikir, tasbih, selawat
Membaca Al Quran, tafakur
tidak sempat berbual dunia
Masing-masing dengan dirinya masing-masing
Hening, tenang dan sepi
Orang menyangka di masjid tidak ada orang
Mereka sangat menjaga
kehormatan masjid dan kesuciannya

Selepas Asar 25-09-1999

Artikel ini adalah bagian dari buku Samudera Minda yang berisi karya Abuya Ashaari bin Muhammad At Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer