Pemimpin Yang Dibantu Allah Penyelesai Krisis Dunia Yang Kronik

12/09/2006

Saat ini dunia sedang prihatin menghadapi berbagai masalah yang sangat parah. Bahkan banyak orang yang sudah berputus asa dengan keadaan yang tidak menentu. Mereka tidak mampu membayangkan masa depan bangsa dan juga dunia. Bukan manusia tidak berusaha mencari penyelesaian, tetapi semakin dicari semakin dunia bertambah rusak. Pembunuhan, pergaduhan, peperangan sudah menjadi makanan harian. Manusia menzalim,menindas, menipu, mementingkan diri, jatuh menjatuhkan, hasad dengki,pemarah, takabur, bakhil, berdendam dan lain- lain. Masyarakat manusia tidak lagi berkasih sayang, beke jasama., bertolak ansur dan bertolong bantu.Sebaliknya mereka berebut-rebut, berkrisis, bertelagah dan berperang.Pertengkaran terjadi di antara suami dengan isteri, anak-anak dengan ibu bapak, murid dengan guru, buruh dan majikan, rakyat dengan pemimpin,negara dengan negara lain. Manusia sudah hilang kemanusiaannya.Masyarakat manusia sudah tidak berwatak manusia lagi! Bertukar kepada watak syaitan dan haiwan.

Yang menyedihkan lagi, dalam keadaan yang sudah haru biru ini,manusia tidak menyadari bahwa sebenarnya semua masalah ini bersumber karena manusia telah meninggalkan Tuhan. Tuhan seolah-olah tidak berperanan dalam kehidupan mereka. Hubungan dengan Tuhan hanyalah menyangkut solat, zakat, puasa atau haji saja, sedangkan dalam kegiatan harian lainnya, Tuhan dianggap tidak tahu. Manusia mencari penyelesaian dengan akalnya sendiri. Secara sadar atau tidak, manusia telah menggantikan Allah sebagai tuhannya kepada akal. Akhirnya penyelesaian masalah membawa kepada bertambah parahnya kerusakan. Kebanyakan manusia sudah lupa bahwa Tuhanlah penyelesai segala masalah. Sepatutnya pada Tuhan jualah manusia mengadukan segala masalah untuk diselesaikan, bukan mengada-ngadakan penyelesaian dengan akal saja.

Untuk memperbaiki keadaan ini manusia memerlukan pemimpin yang dekat, faham dan dibantu Allah. Sungguh tidak logik bila ada orang yang berpendapat bahwa yang penting adalah sistemnya, bukan siapa yang menjadi pemimpinnya sebab dengan sistem itu pemimpin dibentuk. Tentu saja bila pendapat ini kita terima sama dengan kita menyetujui bahwa kereta api, lengkap dengan relnya, dapat dikemudikan oleh siapa saja termasuk kerbau. Yang penting ada kereta api, bahan bakar dan sistem-sistem lainnya. Agama Islam adalah agama yang sempurna dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Sebenarnya Tuhan telah menunjukkan dalam A1 Qur`an cara penyelesaian krisis disaat manusia sudah tidak mampu berbuat apa-apa. Dalam surat A1 Baqarah ayat 246-247 , Tuhan mengajarkan pada manusia yang sedang ditimpa masalah berat di waktu itu untuk menyelesaikan masalah mereka dengan bertanya kepada Tuhan melalui Orang Tuhan atau orang yang dekat dengan Tuhan.

Di zaman itu masyarakat Bani Israel memohon kepada Nabi Samuel untuk berdoa dan meminta petunjuk kepada Tuhan agar diturunkan seorang pemimpin yang dapat menyelesaikan masalah mereka. Waktu itu Nabi Samuel menyatakan pada umatnya akankah umatnya menerima apa yang dia sampaikan. Umatnya menyatakan bahwa mereka akan menerimanya. Lalu Nabi Samuelpun berdoa dan dengan wahyu dari Allah, Nabi Samuel menyatakan bahwa Allah telah menunjuk Thalut untuk memimpin umat diwaktu itu melawan musuhnya. Dan dengan izin Tuhan akhirnya dibawah kepemimpinan Thalut mereka mendapat kemenangan atas musuhnya. Padahal Thalut hanyalah seorang petani yang awalnya tidak dikenal oleh kebanyakan masyarakat di zaman itu. la tidak mempunyai pengalaman ekonomi, politik, tentera ataupun kenegaraan lainnya. Tapi begitulah bila Tuhan sudah berkehendak, maka Ia pilih pemimpin Nya dan dia turunkan bantuanNya.

Sungguh menyedihkan bila dalam realitinya, kebanyakan manusia tidak tergerak untuk mencari pemimpin yang dapat membawa dirinya dan manusia kepada penyelesaian yang menjadikan manusia kembali pada kemuliaannya. Padahal seperti disebut dalam sejarah bahwa apabila telah rusak manusia-manusia di satu zaman, maka Allah akan mengutuskan orang- Nya untuk membetulkan keadaan. Di zaman masih ada Nabi dan Rasul, Tuhan utus nabi dan Rasul dan di zaman tidak ada nabi dan Rasul Allah utus ulama yang berwatak Rasul.
Rasullullah bersabda :
Maksudnya: " Allah akan mengutus kepada umat ini di setiap awal kurun orang yang memperbaharui urusan agama."
Yang dimaksudkan hadis ini ialah selepas wafatnya Rasulullah SAW, di setiap awal seratus tahun hijrah, Allah akan mengutuskan seorang hamba-Nya ke dunia, yang tugasnya ialah untuk menghidupkan kembali ajaran Islam untuk kurun itu. Sesuai dengan tugasnya maka orang -orang itu disebut REFORMER (MUJADDID). Dia tidak membawa ajaran baru tapi menunjukkan manusia untuk mengamalkan Islam dengan tepat dan indah di zamannya.

Marilah kita ambil perhatian ingatan Tuhan melalui hadist Rasulullah tersebut di atas. Atas nama kasih sayang Tuhan, Tuhan mengirim di setiap awal kurun seorang mujaddid yang akan menunjukan kepada manusia bagaimana manusia dapat hidup secara Islam yang indah, selamat dan menyelamatkan. Kalau begitu sudah tentu wajib bagi setiap individu untuk mencari siapa mujadid tersebut, agar ia mendapat panduan hidup seperti yang Allah kehendaki. Dengan kata lain ia akan mendapat panduan bagaimana mengamalkan Islam di zaman ini. Carilah pemimpin yang Tuhan pilih. Itulah jalan penyelesaian dari Tuhan kepada manusia di dunia ini. Kalau kita hanya mau menggunakan akal saja, walau berkumpul seluruh pemimpin dan saintis dari seluruh dunia tidak akan dapat menyelesaikan masalah dunia yang sudah begitu kronik.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer