Tujuan Berjuang : Menyelamatkan Manusia


09/12/2005

Apakah tujuan JIHAD yang sebenarnya menurut Allah dan Rasul?

Apakah untuk membunuh orang atau karena membela umat Islam atau yang bukan Islam tertindas? Berjuang itu tujuannya untuk apa? Mengapa?

Rasulullah SAW pernah memberitahu kita di dalam sebuah haditsnya, yang bermaksud : " Dari Abi Musa, katanya, "Telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana engkau lihat seorang lelaki yang berjuang karena keberanian dan yang berjuang karena Hamiyatan dan yang berjuang karena riyak? Mana dari mereka yang berjuang di jalan Allah? Maka sabda Rasulullah, "Barang siapa yang berjuang agar kalimah Allah itu menjadi tinggi, maka dia lah yang berada di jalan Allah. "

(Hadis riwayat Bukhari & Muslim)

Tujuan umat Islam berjuang adalah untuk menegakkan KALIMAH ALLAH agar KALIMAH ALLAH itu berdaulat dan menjadi yang paling tinggi. Agar kalimah Allah mendapat tempat dalam kehidupan manusia baik dalam kehidupan secara individu, secara rumah tangga, secara bermasyarakat, secara berjemaah, berpendidikan, berekonomi, bernegara, dan sebagainya.

Apa itu kalimah Allah? Kalimah Allah yang besar sekali ialah Zat Allah.

Kalimah Allah itu ialah:

1. Memperkatakan Zat Allah, ertinya memperjuangkan aqidah . Dengan kata-kata yang lebih luas, memperjuangkan Allah supaya orang kenal, cinta dan takut dengan Allah. Bila orang kenal, cinta dan takutkan Allah maka dia akan senantiasa merasa di awasi Allah. Pengawasan Allah ini menyebabkan dia malu dan takut untuk berbuat salah dan melanggar perintah Allah bahkan mendorongnya untuk berbuat kebaikan seperti yang diperintahkan oleh Allah.

2. Kalimah Allah itu, itulah syariatNya. Bila kita katakan ingin memperjuangkan syariat Allah, syariat Allah itu banyak jenis dan tarafnya. Ada yang menjadi rukun, rukun Islam atau rukun syariat ada yang tidak rukun. Ada yang wajib ada yang sunnah.

Dalam ajaran Islam wajib yang menjadi rukun itu lebih besar dari pada wajib yang tidak menjadi rukun. Wajib yang tidak menjadi rukun banyak. Berjuang itu wajib, memberi nafkah kepada anak isteri wajib, taat kepada ibu ayah wajib, taat dengan pemimpin itu wajib, meninggalkan yang haram itu wajib, berbuat baik kepada orang Islam atau bukan Islam itu wajib, membangun ekonomi Islam itu wajib, membangun pendidikan Islam itu wajib, membangun kebudayaan Islam itu wajib dan lain-lain. Tapi wajib-wajib itu tidak lebih besar dari pada wajib yang menjadi rukun Islam. Jadi kalau ada orang yang berjuang untuk membesarkan yang wajib sampai melalaikan yang menjadi rukun misalnya solat, itu sudah tak betul. Ada orang yang kerana ingin memperjuangkan hudud (syariat Islam dalam bidang jenayah seperti potong tangan jika mencuri, hukum rejam bila berzina dan lain-lain) dalam daerah atau negara sampai lalai berpuasa, mengerjakan solat, naik haji dan lain-lain. Padahal amalan-amalan ini merupakan bagian dari rukun Islam sedang hudud bukan rukun Islam.

Jadi memperjuangkan syariat itu :
1. Mesti memperjuangkan rukun Islam yang menjadi asas agama.
2. Barulah memperjuangkan wajib-wajib yang lain.


Wajib yang lain itupun ada yang fardhu ain ada yang fardhu kifayah. Yang fardhu ain pada setiap individu. Dia buat dia dapat pahala, dia tak buat dia tanggung dosa. Ada wajib yang fardhu kifayah itu yang berbentuk umum, yang mana kalau ada sekelompok buat, yang lain terlepas dosa. Tapi kalau tak ada sekelompok yang melakukannya semua berdosa.

Kalau begitu kita mesti menilai prioriti wajib fardhu kifayah itu, mana yang nombor satu, dua, tiga, atau empat. Mana yang lebih wajib, berjihad memperjuangkan hudud dengan berjihad memperjuangkan adanya satu warung dalam masyarakat Islam? Membangun satu warung itu lebih utama dari memperjuangkan hudud sebab itu keperluan umum. Sedangkan Hudud itu untuk keperluan orang jahat saja. Warung merupakan keperluan umum untuk semua, keperluan setiap hari. Kalau tidak ada warung di satu masyarakat, ini akan menyusahkan semua orang, nanti semua akan menanggung dosa.

Kemudian soal fardu Kifayah ini jangan karena ada benda yang belum dapat dibuat, maka yang sudah dapat dibuatpun ditinggalkan. Ikutlah kaedah syariat, kalau tidak dapat dibuat semua jangan tinggalkan semua. Kalau belum dapat menegakkan hudud jangan meninggalkan pendidikan Islam, membangunkan ekonomi Islam, kebudayaan Islam, sains dan teknologi, berakhlak mulia, berkasih sayang dan lain-lain.

Jadi setelah memperjuangkan Allah agar dikenal, dicintai dan ditakuti manusia, tujuan jihad ialah untuk menegakkan hukum-hukum atau syariat Allah agar diamalkan oleh umat manusia, karena inilah jalan keselamatan bagi manusia di dunia dan di akhirat. Hukum-hukum Allah hanya ada lima iaitu hukum wajib, hukum sunat, hukum haram, hukum makruh dari hukum mubah.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer