Renungan Yang Menjadi Ibadah


09/01/2006

Merenung memikirkan dosa tidak mengapa, bahkan dipuji pula, ia dapat pahala. Merenung ke hadapan memikirkan nasib agama, bangsa dan negara jarang orang melakukannya padahal ia adalah ibadah . Ia adalah sifat seorang yang berjiwa besar dan berpandangan jauh ke hadapan.
Ada orang yang baik tapi skopnya sempit hanya memikirkan agama yang ada hubungannya dengan nasib dirinya sahaja. Padahal kalau agama, bangsa dan negara sudah rosak, dia belum tentu selamat, setidak-tidaknya anak isterinya tidak selamat.

Merenung, memikir dan membahaskan ilmu hingga banyak masalah terungkai tidak dianggap membuang masa. Bahkan ia adalah sifat terpuji kalau dibukukan ramai orang yang dapat manfaatnya ini termasuk ibadah juga.

Memikirkan nasib Akhiratnya adalah sifat terpuji bahkan perkara pertama dan utama. Akhiratnya memang disuruh utamakan dari dunia, Akhirat kekal abadi, dunia hanya sementara sahaja. Susah di dunia tidak sampai ke mana, susah di Akhirat merana, terhina, dahsyat berlama-lama pula.

Memikirkan apa-apa lagi kebaikan yang hendak dibuat dianggap ibadah, berpahala. Mengikut ajaran Islam ini dinamakan muraqabah iaitu memikirkan apakah lagi kebaikan yang hendak dibuat.
Pahala dapat sekalipun belum berbuat. Ini termasuk rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, belum berbuat sudah diberi pahala.

Itulah diantara kebaikan yang menjadi badah sekalipun belum berbuat.
Oleh itu menunglah, merenunglah, berfikirlah sesuatu yang boleh menjadi ibadah dan diberi pahala bukan bala.


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer