Langkah- Langkah Menuju Insan Bertaqwa


02/12/2005

DI ZAMAN sekarang ini banyak orang salah tafsir tentang pengertian taqwa dan jalan-jalan menuju kepada taqwa yang sebenarnya . Banyak yang berpendapat bahawa bila manusia sudah shalat, berpuasa, menunaikan haji, berdoa dan berzikir, maka dia sudah bertaqwa, walaupun ekonominya masih ekonomi kapitalis, sumber rezekinya masih belum jelas halal haramnya, pendidikan anak-anaknya belum Islam, hiburannya tidak ada beza dengan orang bukan Islam dan sebagainya.

Menurut Ustaz Ashaari Muhammad, taqwa adalah himpunan sifat-sifat baik yang ada dalam diri manusia, baik terhadap Allah mahupun terhadap sesama makhluk. Di antara sifat baik terhadap Allah adalah : rasa bertuhan yang tajam, rasa cinta, takut, rindu, mengharap dengan Allah, rasa di awasi, diperhati oleh Allah, melaksanakan semua yang diperintah dan dianjurkan oleh Allah dan meninggalkan semua yang dilarang dan dibenci oleh Allah, semata-mata untuk mencari redha dan kasih sayang Allah. Di antara sifat baik terhadap sesama makhluk dan manusia adalah : pemurah, kasih sayang, bertoleransi, tolong menolong, pemaaf, sabar dan lain-lain yang semuanya dibuat semata-mata untuk mencari redha dan kasih sayang Allah.

Kalau Imam Ghazali mempunyai metod Gunung Tujuh untuk mendidik manusia menjadi insan yang bertaqwa di zamannya, maka Ustaz Ashaari Muhammad mempunyai formula 8 syarat taqwa yang terbukti sangat sesuai untuk mendidik manusia di akhir zaman ini, yang tentu saja tentangan dan cabarannya sangat berbeza dengan di zaman Imam Ghazali.

Dunia sekarang bagai tanpa batas, segala informasi yang baik, jahat dan mungkar dapat sampai ke seluruh dunia dalam waktu singkat. Tentu diperlukan cara yang tepat untuk mendidik manusia menuju insan bertaqwa di zaman seperti ini.

Mula-mula Ustaz Ashaari Muhammad mengatakan bahwa taqwa sangat penting dimiliki. Menjadi seorang muslim saja belum mendapat jaminan pembelaan dan bantuan dari ALLAH, akan diampunkan dosanya, amal ibadahnya akan diterima. Menjadi seorang muslim atau seorang Islam itu mudah. Apabila sudah mengucapkan dua kalimat syahadah, lebih-lebih lagi sudah solat, berpuasa, naik haji, kita tidak boleh menuduh orang itu kafir. Dia termasuk dalam golongan Islam tetapi belum tentu ia seorang bertaqwa.

Setelah menjadi orang bertaqwa baru ada jaminan dan pembelaan dari ALLAH di dunia dan di Akhirat. Bila jadi orang bertaqwa barulah dosa diampunkan, barulah amal ibadah diterima, barulah mendapat pimpinan dari ALLAH, pintu rezeki akan terbuka, tidak tahu dari mana datang dan sumbernya, kerja-kerjanya dimudahkan Allah. Buat kerja sedikit, hasilnya banyak. Kalau buat banyak, lebih banyaklah yang akan diperoleh. Hal inilah yang dijelaskan oleh ALLAH melalui firmanNya:

"Barang siapa yang bertaqwa pada ALLAH, ALLAH akan memberi jalan keluar dari kesusahan dan akan memberi rezeki dari sumber tidak terduga-duga ".

"Barang siapa yang bertaqwa pada ALLAH, ALLAH akan mempermudahkan segala urusannya".

"ALLAH menjadi pemimpin (pembela) orang yang bertaqwa ".

Dalam ayat yang lain;

"Sesungguhnya amal ibadah yang diterima dari orang yang bertaqwa".

Menurut Ustaz Ashaari Muhammad, untuk memperbaiki diri agar menjadi orang yang bertaqwa, 8 syarat perlu ditempuhi :

1.Dapat petunjuk dari Allah SWT
2.Faham tentang Islam
3.Yakin
4.Melaksanakan
5.Bermujahadah
6.Istiqamah beramal
7.Ada pimpinan dari guru mursyid
8.Berdoa kepada Allah SWT

Begitulah formula dari Ustaz Ashaari Muhammad tentang lapan syarat yang mesti ditempuhi oleh seseorang agar ia menjadi orang soleh atau bertaqwa. Bila kita menjadi orang yang bertaqwa barulah kita akan mendapat ganjaran dari Allah di dunia dan di akhirat. Jadi sebelum kita menjadi orang yang bertaqwa Allah tidak akan membantu dan membela kita serta tiada jaminan dari Allah SWT.


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer