Hadiah Tuhan Bagi Yang Bertaqwa(1)

Kuliah Perjuangan


08/07/2006

Dari kuliah susahnya mendapatkan taqwa nampaklah oleh kita besarnya arti taqwa, dan susahnya untuk dapat taqwa.Perlu ilmu, yakin paham, penghayatan. Dalam rukun ada rukun, ada pakej dlm pakej.Perlukan mujahadah, perlukan sungguh-sungguh, dan kita dapat lihat taqwa itu bersifat rohani sedikit saja yang berupa amalan lahir, mungkin 10% saja. Jadi berdasarkan taqwa ini susah sekali kita nak miliki, terpaksa menempuh jalan yang susah, sebab itu merupakan hadiah yang besar dari Tuhan. Sebab orang yang boleh dapatkan taqwa dia kena hempas pulas, mujahadah, struggle, jadi kerana itu Allah akan bagi hadiah besarpun muhasabah.

Sekarang mari kita lihat apa hadiah dari Tuhan untuk orang bertaqwa.

Siapa yang berjaya menjadi orang bertaqwa, dimana orang tu sudah susah payah, hempas pulas berjuang betul untuk dapat taqwa, maka, Tuhan bagi hadiah :

1 . Dilepaskan dari kesusahan .
Kesusahan ada 2 bentuk : ada yang lahir, ada yang bathin.
Yang lahir : seperti miskin, sakit, bencana alam dan lain-lain. Itu semua kita boleh kiaskanlah.
Yang bathin : dari sudut rohani dan maknawi: seperti kebodohan, fikiran berserabut, hati tak tenang, orang tak simpati, penghinaan dan lain-lain.

2. Hadiah 2: diberi rizki dari sumber yang tak diduga.
Ada 2 bentuk juga: lahir dan bathin.
Yang lahir seperti kekayaan, sehat badan, ada pengikut, dapat harta, dapat barang-barang, orang bagi simpati, orang bagi sokongan, itu lahir. Yang bersifat bathin : dapat ilmu, ketenangan, dapat keampunan dari Tuhan,dapat redho Tuhan,dapat pengaruh yang besar, itu yang bersifat bathin. Bolehlah kiaskan.

3. Hadiah ke 3, yaitu perkara ke 4 dalam tajuk ini barangsiapa yang bertawakal pada Tuhan, Tuhan yg menjamin orang itu, dan dalam semua hal kehidupannya dunia dan akhirat .
Ini hadiah ke tiga. Tuhan kata : Tuhan akan beri jaminan pada siapa yg bertawakal atas jalan taqwa. Ada orang tawakal bukan atas taqwa tapi atas dasar malas. Terus serah pada Tuhan. Kerana tak sanggup terima risiko yang susah. Itu tawakal bukan atas dasar taqwa. Ataupun menyerahkan nasib pada manusia, artinya bukan tawakal kerana taqwa. Tuhan mau tawakal tu berdasarkan taqwa. Bukan karena malas atau tak mau ambil risiko yang susah.

Kalau bertawakal pada Tuhan atas dasar taqwa, maka Tuhan berjanji dia akan jadi penjamin dunia akhiratnya.

Kalau kita babas lebih jauh, coba tengok apa yg berlaku pd Nabi-nabi dan Rasul, seolah-olah berlawanan dengan akal kita. Kalau kita tak paham ilmunya seolah-olah double standard.

Tuhan kata, barangsiapa bertaqwa akan Tuhan lepaskan dari kesusahan. Sedangkan, yang paling bertaqwa adalah Rasul-rasul, Nabi-nabi. Tapi mereka susah. Keadaan ini seolah double standard. Kalau ikut akal macam double standard. Rasul susah, kadang-kadang miskin. Kadang diburu oleh musuh. Adakalnya kalah juga dalam peperangan, adakalanya luka-luka juga. Sedangkan Tuhan kata, Allah akan jamin orang bertaqwa. Kenyataan ini macam double standard. Tapi sebenarnya tidak.

Tuhan hendak bagi hadiah itu ada yang berbentuk lahir, ada yang berbentuk bathin. Ada dunia, ada akhirat. Apa yang berlaku pada Nabi, Rasul, sebenarnya ini hadiah Tuhan di akhirat. Itu hadiah sebenarnya. Sebab dalam hadist dikatakan orang bertaqwa kalau diuji, dibala, itu untuk tingkatkan darjat Itu yg dikatakan hadiah yang tak tahu dimana datang sumbernya. Artinya termasuk diangkat darjat itu rizki tak diduga.

Kalau orang yang bawah sedikit taraf taqwanya, orang bertaqwa ada yang sikit silap, ujian itu untuk penghapusan dosa. Itu juga hadiah. Termasuk hadiah yang tak tahu sumber ialah Tuhan jamin. Jadi orang bertaqwa, kalau diuji, disusahkan, dia sebenarnya mendapat rezeki yang tak diduga dari Tuhan. Tapi hari ini, mana ada orang sakit lalu dia kata `Saya dapat rizki tak diduga, saya sakit` Atau ada orang dihina, hari ini tak ada yang sebut : `Aku dapat rizki yang tak diduga`. padahal itu rizki kekal di akhirat Kalau diberi rizki wang, barang di dunia, elok juga. Tapi babis didunia. Oleh itu, bagi orang yang tahu tentang hakekat ini, rizki di akhirat itu yang besar. Sebab itu orang bertaqwa disusahkan Tuhan, disakitkan Tuhan yaitu untuk dapat rizki tak diduga di akhirat Sebab itu nabi, rasul tak merasa susah dengan kesusahan sebab itu hadiah di akhirat Itu hadiah yang kekal.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer