Muharram Bulan Kemenangan

Purnama telah terbit di atas kami
Dari arah Tsaniyyatul-Wada’
Kita wajib mengucap syukur
Dengan doa kepada ALLAH semata
Wahai orang yang diutus kepada kami
Kau datang membawa urusan yang ditaati

Kedatangan bulan Muharam sangat ditunggu oleh umat Islam terutama oleh pecinta-pecinta kebenaran. Sedangkan bagi para pejuang kebenaran, menunggunya mereka akan datangnya bulan Muharam ini lebih daripada menunggu bulan puasa atau bulan haji. Hal ini disebabkan karena bulan Muharram adalah bulan keluarnya keputusan pemeriksaan yang diambil dari bulan puasa dan bulan haji. Keputusan ALLAH, baik menang atau gagal, ALLAH tetapkan untuk diumumkan pada bulan Muharam.

Sejarah perjuangan Nabi Rasul dan para pemimpin yang memperjuangkan Tuhan dan kebenaran telah menunjukkan bahwa mereka diberi kemenangan besar pada bulan Muharam. Di bulan Muharam, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah untuk mencari tapak baru Islam setelah perjuangannya di Makah dihancurkan. Contoh kemenangan-kemenangan besar yang telah berlaku pada bulan Muharam: Nabi Ibrahim keluar dari pembakaran api, kapal Nuh lepas dari banjir besar, Nabi Yunus keluar dari perut ikan, Nabi Musa terlepas dari cengkeraman Firaun, dan Nabi Yusuf keluar dari penjara dan dilantik menjadi Perdana Menteri Mesir.

Taqwa dan disiplin perjuangan adalah kunci kemenangan. Oleh karena itu, bulan Muharam ini mereka cemas menunggu apakah ALLAH sudah menerima ketaqwaan dan disiplin perjuangan mereka. Kalau ALLAH menangkan perjuangan mereka, itulah tandanya mereka lulus. Kalau ALLAH masih biarkan musuh menyusahkan dan menggagalkan program mereka, artinya mereka telah gagal. Yang berarti pula mereka terpaksa mengulang untuk tahun depan.

Sekarang kita lihat ciri-ciri pejuang yang memperjuangkan Tuhan dan kebenaran-Nya sehingga melayakkan mereka mendapatkan kemenangan. Ciri mereka itu :

1. Ada pemimpin pilihan Tuhan; yaitu: para Nabi dan Rasul, para Mujaddid, serta orang perseorangan seperti Thalut, Zulqarnain, Shalahudin Al Ayyubi, Muhammad Al Fateh, dan Khulafaur Rasyidin.

2. Pengikut sanggup memberi ketaatan dan janji sehidup semati bersama pemimpin. Lihatlah betapa taat dan fanatiknya para Sahabat kepada Rasulullah SAW hingga mereka rela mati syahid untuk itu. Hasilnya ALLAH menangkan mereka dalam semua peperangan walaupun jumlah mereka sedikit.

3. Kasih sayang dan perpaduan anggotanya. Modal kemenangan bukan uang ataupun banyaknya anggota. Setelah ketaqwaan, ikatan kasih sayang dan perpaduan merupakan modal kemenangan.

4. Keselarasan pikiran dan perasaan. Hal ini bukan mudah diperoleh kecuali oleh didikan ilmu yang diterima bersama yang bisa mengalahkan pemikiran-pemikiran lain. Selain didikan ilmu, mereka juga melakukan latihan rohani yang intensif sehingga bisa membariskan ruh dalam satu barisan karena nafsu dan setan sudah dikalahkan. Nafsu dan setan selalunya berusaha untuk merusak perpaduan dan keselarasan.

5. Abid di malam hari dan menjadi singa di siang hari. Di malam hari mereka bagaikan abid yang menangis dan merintih penuh rendah diri kepada ALLAH. Siangnya mereka yang ingin buktikan cinta kepada ALLAH dengan berjuang mati-matian untuk membangunkan sistem Tuhan demi cinta dan keredhaan kepadaNya.

6. Men ang di wa k t u pengikutnya tinggal sedikit. ALLAH uji mereka dengan ujian yang berat sehingga banyak yang tidak tahan. Akhirnya tinggallah mereka yang benar-benar orang ALLAH. Maka ALLAH beri kepada mereka kemenangan yang tak terduga. Lihat kisah Nabi Rasul dan Thalut di Quran.

1. Kemenangan yang terjadi tidak berlaku karena tenaga dan usaha mereka, tetapi karena kuasa ALLAH. Mereka pun terkejut hingga mereka menyungkur sujud karena terlalu berterimakasih, men-Suci-kan ALLAH, dan memohon ampun (lihat surat An Nasr). Dengan d emi k i an me r e k a d a pa t mengeka lkan si fat hamba , merendah diri dan memaafkan musuh-musuhnya. Mereka pun tidak sombong dan melakukan tindakan dzalim. Itulah tujuan Tuhan supaya mereka tidak mengira kemenangan merupakan hasil usaha sendiri. Dengan demikian mereka tidak akan bermegah, takabur, sombong, dan mendzalim di hari kemenangan dan sepanjang kekuasaannya.

Demikianlah ciri-ciri pejuang yang memperjuangkan Tuhan dan kebenaran-Nya. Jika umat Islam hari ini menginginkan kemenangan sebagaimana umat terdahulu maka ciri-ciri di atas perlu dipenuhi dahulu. Setelah mengetahui ciri-ciri mereka itu, marilah kita sama-sama bertaubat, bersedekah, sembahyang malam, berkasih sayang dan saling memaafkan sebagai bukti cinta dan takut kepada ALLAH. Kemudian marilah berjuang habis-habisan semoga ALLAH tidak menyianyiakan lalu menolong kita.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer