Mengenang Jasa Guru

Mengapalah hati ini, di manakah salahnya?
Aku ada guru, dia telah berjasa padaku
tetapi cintaku padanya tidakpun ada
Guruku tidak ada pun di hatiku, di manakah salahnya?
Sepatutnya guru patut dicintai dan diingati
Mereka ada jasa padaku, sepatutnya aku terhutang budi
Sepatutnya aku ingat selalu
Sepatutnya aku doakan mereka selalu
Agar Tuhan mencucuri rahmat dan
memberi keampunan kepada mereka
Sepatutnya setelah mereka kembali kepada Allah,
tanda kasih kepadanya aku sepatutnya menziarahi
keluarga mereka
Tetapi aku tidak pun mencari, aku tidak pun bertanya - tanya
di mana keluarganya?
Agar aku dapat berbuat baik kepada mereka
Sebagai membalas kebaikan dan mengenang jasa guruku
yang telah memberi aku ilmu
Sepatutnya hubungan rahim dengan guru tidak boleh diputuskan
Penghubungnya keluarga mereka, itulah penghubung dengan guru
yang sudah tidak ada di dunia
Begitulah ajaran Tuhanku
Tetapi aku tidak pun melakukannya
Ingatanku kepada guru lebih-lebih lagilah terus kulupakan
Aku sedih sebenarnya mengapa terjadi begini?
Di manakah salah silapnya?
Silap akukah atau silap guru?
Apakah berlaku kesilapan kedua-duanya?
Aku baik sangkalah dengan guru, yang silap aku sebenarnya
Maafkan aku wahai guru-guruku
Aku selama ini telah melupakanmu
Jasamu sungguh banyak kepadaku
Tidak sepatutnyalah aku melupakanmu
Ampunkanlah aku wahai Tuhanku karena kesilapanku ini
Ampunlah dosa-dosa guruku dan cucurilah rahmat ke atasnya
karena jasa mereka kepadaku
Di waktu aku menulis ini aku menangis wahai Tuhanku
Kalau aku tidak memberitahu pun Engkau memang tahu
Aku menangis karena sedih,
tidak sepatutnya aku melupakan guruku yang telah berjasa padaku
Tidak ada jalan lain untuk menebus kesilapanku ini
Melainkan aku doakan mereka
Allahummaghfirlahum warhamhum wa’afihim wa’fu’anhum
Amin

( Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi )

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer