Mengapa Doa Terhijab ?

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi ALLAH (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan ALLAH tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Yaitu ) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah ALLAH) maka sesungguhnya ALLAH Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (Al Hadid: 22-24)

Masih segar dalam ingatan kita bersama bencana besar yang melanda Aceh. Namun, bencana terus saja menimpa di seluruh negeri ini tiada berhenti. Tiap hari diberitakan bencana-bencana yang dialami negeri ini baik melalui internet, surat kabar, ataupun televisi. Dari masalah gempa yang masih terus menimpa Aceh, banjir, pesawat tergelincir, wabah penyakit demam berdarah, diare, malaria, tanah longsor, tabrakan, sampai masalah TKI yang dideportasi, dan masih banyak lagi. Sedih rasanya melihat bangsa ini tertimpa bencana terus-menerus.

Melihat bencana yang terus-menerus ini sepertinya Tuhan hendak berkata kepada kita: “ Belum cukupkah Aceh menjadi pelajaran buat kalian semua? Mengapa kalian masih sombong dan membanggakan diri? Mengapa kalian masih bakhil? Mengapa kalian masih berpaling dari-Ku? Kalian itu lemah, bergantunglah pada-Ku jangan kepada yang lain. Mengapa kalian tidak merasa cukup dengan-Ku, Aku ini Tuhan yang memiliki Arsy Yang Agung”.

Sebenarnya, dalam bencana terus-menerus ini ada kasih sayang Tuhan yang begitu besar kepada kita bangsa Indonesia. Tuhan masih mengingatkan kita agar kita kembali kepadaNya. Hanya saja, mungkin kita terlalu bebal dan keras kepala hingga peringatan yang diberikanNya sedemikian rupa seperti yang kita alami ini.

Firman ALLAH: “ Maka barangsiapa yang bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya ALLAH menerima taubatnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al Maidah: 39)

Taubat artinya kembali merujuk kepada Tuhan, Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang serta berserah diri kepadaNya dengan hati penuh penyesalan yang sungguh-sungguh. Syarat taubat kepada Tuhan:

1. Menyesal dengan sungguh-sungguh.

2. Bertekad keras untuk tidak mengulangi hal yang dilarang Tuhan.

3. Meninggalkan perkara-perkara yang mendatangkan dosa baik besar maupun kecil, seperti: yang besar: meninggalkan shalat, tidak puasa, zina, mengumpat, membunuh, judi, suap, memfitnah, yang kecil: tidak menutup aurat, mendengar nyanyian yang menaikkan syahwat, mubadzir, bergurau berlebihan.

4. Kalau kita berbuat kesalahan terhadap manusia, maka 3 syarat taubat diatas ditambahkan dengan meminta maaf dan minta keredhaan kepada orang tersebut atas dosa-dosa kita. Setelah bertaubat dan memperbaiki diri, kita perlu menggalakkan sedekah kepada yang membutuhkan. Semoga dengan taubat dan pemurahnya kita, Tuhan mendengar permintaan kita agar negeri ini diberkati dan dicurahkan rahmat serta dijauhkan dari bala bencana. Hal-hal di atas merupakan panduan untuk berdoa dan meminta kepada Tuhan akan taubat. Kita bersihkan dulu dosa-dosa batin yang ada dalam diri kita atau sifat-sifat mazmumah kita setelah kita bersihkan dosa-dosa lahir kita, barulah kita berdoa kepada Tuhan agar diampuni dosa-dosa kita. Jangan sampai doa-doa kita dikabulkan saat Tuhan murka, hal itu bisa jadi bala’ bagi kita atau hanya akan merusakkan iman kita. Waliyazubillah daripada dikurniakan kepada kita sesuatu di dalam masa Tuhan murka.

Nice

nice informasi min, semoga tambah pahalanya.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer