Mari Kenali ALLAH, Tiada Tuhan Melainkan Dia

Rasullulah SAW pernah bersabda yang bermaksud “Awal-awal agama adalah mengenal ALLAH”. Ini menunjukkan pentingnya mengenal ALLAH sebagai Tuhan, sehingga yang pertama mesti dikenalkan kepada manusia adalah ALLAH.

Mengajak manusia untuk mengenal ALLAH tidak sama dengan mengajak untuk percaya kepada ALLAH. Hari ini pun jika kita tanya setiap orang tentang adanya Tuhan pasti percaya akan adanya Tuhan. Tetapi dalam kenyataannya seolah-olah Tuhan sudah tidak ada dalam kehidupannya. Pada perasaan terkesan ada atau tidaknya Tuhan sama saja. Manusia sudah tidak mengkaitkan setiap kejadian dengan ALLAH, hanya dikaitkan dengan sebab-sebab lahirnya saja. Banjir, gempa tsunami, angin puyuh dan bencana alam lain dianggap sebagai bencana alam biasa, tidak dikaitkan oleh peringatan dan hukuman ALLAH bagi hamba-hambaNya yang sudah lalai denganNya.

Bila orang telah mengenal ALLAH barulah jiwanya hidup. ALLAH Maha Berkuasa, Menghidupkan dan Mematikan, Maha Mendengar dan Melihat, Penjaga dan Pelindung, yang mewujudkan apa saja di dunia ataupun di akhirat. Tidak ada sebutir debu pun yang wujud tanpa sepengetahuan ALLAH. ALLAH-lah yang menciptaan langit dan bumi seisinya, yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan dan lainnya.

Tidak takut dan cintakah kita dengan ALLAH? Padahal baru beberapa sifat saja yang kita lihat.Jika orang telah merasakan nikmat yang diberikan ALLAH dan kehebatanNya, barulah timbul rasa cinta dan takut kepada ALLAH. Jika melakukan perbuatan, meskipun kecil, dia akan bertanya-tanya dalam hatinya apakah ALLAH suka atau tidak dengan perbuatanku ini. Inilah obat yang paling mujarab, obat utama untuk manusia terhadap penyakit-penyakitnya di dunia ini.

Bila rasa cinta kepada ALLAH telah timbul dan tertanam dalam hati seorang manusia, maka dia akan menyayangi seluruh milik ALLAH, baik itu manusia,tumbuhan, hewan, dan seluruh makhluk serta isi bumi baik yang terlihat mata ataupun tidak. Bila manusia telah takut dengan ALLAH maka manusia tidak akan melakukan hal-hal yang negatif, sehingga sebenarnya tidak lagi diperlukan suatu undang-undang atau peraturan untuk mengatur manusia yang dibuat manusia sendiri, karena pada hakekatnya manusia tidak berani melakukan hal-hal negatif dan akan berkasing sayang dengan setiap apapun ciptaan ALLAH jika manusia telah cinta dan takutkan ALLAH, Tuhan semesta alam.

Kalau begitu dunia hari ini perlu kembali mempromosikan ALLAH. Setiap manusia perlu memperjuanagkan ALLAH, agar orang kenal ALLAH. Sehingga akan timbul kehidupan manusia yang damai dan sejahtera sesuai fitrah manusia. Pada kenyataannya pada hari ini sebagian umat Islam jika akan memperjuangkan Islam, diperjuangkannya dulu syariatnya. Bukan memperjuangkan ALLAH dulu supaya kenal dengan ALLAH. Padahal yang mempunyai syariat adalah ALLAH, dan sepatutnya diperkenalkan dan diperjuangkan terebih dulu. Rasullulah SAW berjuang selama 13 tahun untuk menanamkan iman dan tauhid. ALLAH diperkenalkan dulu, sehingga mereka kenal ALLAH dan timbul rasa cinta dan takut dengan ALLAH. Bila mengenalkan syariat dulu orang akan menerima Islam tidak dengan suka rela tetapi denga terpaksa, sebab telah diikat oleh ini halal, ini haram dst.

Misal saja anak disuruh begitu saja untuk menyiram bunga, tidak diceritakan dulu bahwa bunga ini milik ibunya yang melahirkannya, mengasihinya memeliharanya dari kecil. Anak itu akan melakukan dengan terpaksa. Tetapi bila telah tahu bahwa bunga itu milik ibunya yang telah merawatnya tentulah di akan merasa sangat nikmat untuk berkhidmat kepada ibunya, dan rela melakukan apa saja demi ibunya.

Begitu juga dengan ALLAH sebelum dikenalkan kepada syariatnya maka semestinya dikenalkan dulu dengan yang empunya syariat. Bukan hanya sekedar hafal, tahu sifat-sifatnya tapi mengenal ALLAH dengan hati sehingga di hayati. Maka akan timbul rasa cinta dan takut dan ingin berkhidmat. Beribadah kepada ALLAH melalui berbagai ibadah dan berkhidmat kepada masyarakat akan terasa indah dan nikmat, sebab atas dasar cinta dan takut dengan ALLAH.

Mengenal ALLAH sebagai Tuhan, itulah rahmat paling besar. Itulah obat bagi penyakit-penyakit manusia di dunia ini.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer