Makanan untuk jasad batin manusia

makanan lahir batin manusia

Jasad fisik manusia memerlukan makanan yang baik. Dengan makanan yang baik, maka badan manusia akan sehat dan kuat. Jika makanan yang dimakan oleh jasad fisik tidak baik, maka jasad manusia akan sakit dan lemah.

Jasad batin manusia juga memerlukan makanan yang baik. Jika makanan batin yang diterima baik, maka batin manusia akan sehat, dan demikian pula sebaliknya.

Makanan yang baik dan bersih untuk roh manusia di antaranya adalah sebagai berikut

  • zikir (mengingat Allah)
  • tasbih
  • tahmid
  • tahlil
  • shalat
  • puasa
  • membaca Al Quran
  • berdoa
  • selawat untuk Rasulullah
  • tafakur (berfikir) tentang Allah
  • menguasai ilmu yang bermanfaat
  • memahami dan merasakan kebesaran dan kehebatan Allah
  • memahami kenapa Allah datangkan ujian
  • paham qada' dan qadar Allah
  • berjuang & berjihad
  • berdakwah & mengajar dengan ikhlas
  • melayani sesama manusia baik dengan ilmu, tenaga, harta dan lain-lain secara ikhlas.

Roh yang mendapat makanan yang baik akan menjadi roh yang memiliki sifat-sifat baik (mahmudah).

Makanan roh yang tidak bersih / tidak baik di antaranya adalah sebagai berikut:

  • bersenang-senang dengan nyanyian yang melalaikan dari Allah
  • musik yang melalaikan
  • film yang mengumbar aurat
  • senang melihat aurat lawan jenis
  • bergaul bebas dengan lelaki/perempuan bukan mahram
  • berjudi
  • tari-menari
  • minuman keras
  • berzina
  • berhibur di nightclub/disko/pub (dugem)
  • dan sebagainya

Roh yang mendapat makanan yang buruk akan rusak, jadilah roh itu sakit, mudah berpenyakit. Akhirnya roh tersebut mempunyai sifat buruk (mazmumah). Roh yang buruk akhirnya menghasilkan tingkah laku anggota badan fisik yang melakukan perbuatan jahat di masyarakat.

Rujukan:

  • Buku "Pendidikan Rapat Dengan Rohaniah Manusia" karangan Syeikh Imam Ashaari Muhammad at Tamimi bab 6 mengenai Makanan atau Hiburan Roh

AttachmentSize
manusia-jasad-lahir-batin-makanan-lahir-batin.png5.44 KB

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer