Maha Berkuasanya ALLAH

Pada hari ini, kebanyakan manusia mudah merasakan kuasa pemerintah, direktur, atasan, dll, yang notabene adalah manusia juga, makhluk juga. Padahal kuasa yang dimiliki oleh mereka itu, rakyat atau bawahannyalah yang memberikannya. Pada hakikatnya sudah tentu ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa-lah yang memberikannya. Kuasa makhluk itu, kalau banyak yang tidak ikut memberi kerjasama dan sokongan, kuasanya akan runtuh begitu saja. Sedangkan ALLAH berkuasa atas dunia dan akhirat tanpa campur tangan siapapun. KuasaNya begitu utuh dan teguh.

Mengapa manusia tidak merasakan Maha Berkuasanya ALLAH? Hal ini menunjukkan bahwa manusia menilai dengan kekuatan mata saja. Manusia tidak menilainya dengan kekuatan akal dan jiwanya. Kalaulah manusia mau menilai dengan akal dan jiwanya, manusia akan takut dan merasakan begitu hebatnya ALLAH. Memang mudah untuk membuka mata itu, tetapi untuk membuka akal dan jiwa itu tidaklah mudah. Maka, tidaklah mengherankan jika manusia lebih takut dan cintakan makhluk daripada ALLAH, Tuhan Semesta Alam.

Mengapa kebesaran ALLAH yang setiap hari dilihat tidak dirasakan? Hujan disuruh turun, turun dengan patuhnya. Angin disuruh bertiup, ia pun bertiup. Bumi disuruh gempa, maka gempalah ia. Begitulah kalau akal tidak digunakan dan jiwa dimatikan.

Yang cukup mengherankan lagi adalah banyak manusia memuji, memperhatikan dan merasa berhutang budi atas pemberian makhluk kepada makhluk. Padahal pemberian manusia itu sesekali saja. Adakalanya tidak memadai dan hanya ala kadarnya saja. Dan secara fitrah manusia akan merendahkan dirinya dengan orang yang banyak memberi, merasa hormat, dan sering mengingatnya.

Lantas, mengapa tidak nampak lagi pemberian dan nikmat yang ALLAH beri secara cuma-cuma? ALLAH, Tuhan kita Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, memberi bumi menjadi tempat tinggal, menjadikan langit sebagai tempat berteduh. Tuhan yang Maha Pemurah mengutus cahaya matahari untuk kemanfaatan manusia. Setiap detik memberikan oksigen kepada manusia untuk bisa menyambung hidupnya. Di waktu malam Tuhan utus cahaya rembulan untuk manusia. Belum lagi air yang tercurah dari langit dan bumi untuk kehidupan manusia. Bayangkanlah betapa susahnya jika tak ada air, tersiksalah kita. Selanjutnya tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak untuk makanan manusia. Mengapa masih tidak terasa ke-Maha Besar-an, ke-Maha Hebatan, dan ke-Maha Kuasa-an ALLAH, Tuhan kita semua?

Sepatutnya, kita merasa berhutang budi kepada ALLAH. Kita sudah sepantasnya merasa malu dengan Tuhan. Dengan manusia (makhluk) yang baik dan pemurah kepada kita saja, kita bisa merasa berhutang budi, malu dan hormat. Lebih-lebih lagi kepada ALLAH yang tiap detik nikmatNya kita terima.
Kalaupun kita ada sedikit kesusahan, ada sesuatu yang luput dari tangan kita, ada kuasa manusia yang kita rasa telah mendhalimi kita, hal tersebut kecil saja
dibandingkan nikmat yang telah ALLAH curahkan kepada kita setiap detiknya. Karena kita yakin bahwa kuasa manusia tidak akan bisa memberi mudharat kecuali atas ijin ALLAH. Karena hanya ALLAH, Tuhan Yang Maha Kuasa saja yang mampu memberi manfaat dan mudharat.
read 112 x download pdf

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer