Maha Baiknya ALLAH

Suatu hari datang seorang Majusi ke rumah Nabi Ibrahim a.s untuk menumpang bermalam. “Boleh, dengan syarat engkau terima Islam.” Jawab Nabi Ibrahim a.s. maka tidak jadilah Majusi itu bermalam di situ, lalu meneruskan perjalanannya. Selepas itu ALLAH menegur Nabi Ibrahim a.s. “Kenapa engkau tidak izinkan dia bermalam cuma satu malam walaupun dia Majusi? Aku sendiri sudah berpuluh tahun memberi nikmat dan khidmat kepadanya walaupun dia sangat durhaka pada-Ku.”

Begitulah Sabar, Pemurah dan Baiknya ALLAH, Tuhan kita. Dia tahan melihat ragam hamba-Nya yang terlalu kufur dan durhaka pada-Nya. Diberi-Nya juga rizki, kesehatan dan lain-lain keperluan si hamba. Mudah-mudahan mereka berpikir.

Menyadari keterlanjurannya itu Nabi Ibrahim pun mengejar mencari Majusi itu dan diajaknya ke rumah untuk bermalam. Melihat perubahan yang mendadak itu Majusi pun bertanya sebabnya. Apabila diceritakan hal yang berlaku, sadarlah Majusi itu dan kemudian dia memeluk Islam.

Lihat bagaimana sikap atau tindakan kita yang tepat bisa membawa hasil yang di luar dugaan. Dan lihat bagaimana ALLAH sendiri begitu sabar dan berhati-hati terhadap hamba-hamba-Nya. Mengapa kita bisa menjadi begitu kasar dan sombong sekali? Satu kisah lagi bagaimana ALLAH menjaga hati dan kehormatan hamba-Nya.

Suatu hari Nabi Musa a.s bersama pengikutnya keluar ke tanah lapang untuk sembahyang meminta hujan. Pertama kali berdoa hujan tidak turun. Kali kedua baru hujan turun. Maka bertanyalah Nabi Musa kepada ALLAH kenapa demikian yang terjadi. Jawab ALLAH, “ Di kalangan pengikutmu ada orang yang melakukan dosa besar. Sebab itu doa tidak dikabulkan. Tapi kemudian orang itu bertaubat, maka Ku-ampunkan dia. Sebab itu doa kamu kali kedua dikabulkan.” “Siapakah orang itu ya ALLAH?” Tanya Nabi Musa.

Jawab ALLAH, “Itu rahasia antara Aku dan Hamba-Ku itu. Dia bersalah dengan-Ku maka cukuplah Aku saja yang tahu.”

Lihatlah betapa halusnya budi ALLAH. Tidak diceritakan kesalahan hamba-Nya sekalipun pada nabi-Nya, supaya tidak cacatlah orang itu di mata manusia lain. Begitulah ALLAH menjaga kehormatan seseorang. Begitulah ALLAH tidak mau mencacatkan hati dan perasaan hamba-Nya, sebab mencacatkan hati orang atau merusakkan perasaan orang atau memburukkan nilai atau membuka rahasia keburukan seseorang di depan manusia lain adalah perbuatan yang kejam.Pikirkan yang terjadi kalau orang mempermalukan kita atau merusakkan perasaan kita atau mencacatkan kehormatan kita. Maka begitulah orang lain, tidak mau dirinya diperlakukan begitu.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer