99 Penutup






Untitled Document



DALAM tahun-tahun belakangan ini banyak krisis terjadi di dunia dan juga di negara kita : krisis politik, krisis ekonomi, krisis moral, krisis rumah tangga, krisis pendidikan dan berbagai macam krisis lainnya yang sangat membahayakan kehidupan manusia. Penzaliman, penyerangan dan peperangan terjadi di seluruh dunia yang sangat menyengsarakan manusia. Semua ini bersumber dari krisis iman kepada Tuhan. Dalam bidang sosial-politik dan kemasyarakatan, sistem dan tata cara hidup yang tidak ada hubungan dengan Tuhan telah terbukti gagal membawa manusia kepada ketenangan hidup. Yang kuat menzalimi yang lemah. Sebagian besar rakyat semakin menderita, yang kaya menderita susah hati dalam menjaga dan menambah kekayaannya, yang miskin susah hati karena tidak memiliki harta dan melihat si kaya dengan penuh cemburu.

Oleh karena kejadian ini semakin buruk, sehingga dapat membawa kepada kehancuran manusia dan kemanusiaan, maka kita tidak boleh membiarkan begitu saja. Kalau kita rasa ini satu hal yang tidak sehat (penyakit) maka memberi obatnya adalah wajib bagi kita. Mendiamkan diri melihat kemalangan ini adalah satu kelalaian dan dosa. Sebab kita membiarkan masyarakat dilanda satu lagi malapetaka. Untuk memberi obat yang tepat dengan dosis yang tepat, langkah awal yang diperlukan adalah mendiagnosa jenis dan sebab-sebab penyakit tersebut. Setelah itu barulah disembuhkan dengan memberi ilmu, hikmah dan kaedah yang tepat bersumberkan Al Qur'an dan As sunnah.

Berbagai krisis multidmensi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini sebenarnya bukan bersumber dari faktor-faktor luaran saja seperti kesilapan teknik dan metoda, tetapi lebih bersumber dari manusia yang sudah melupakan Tuhan dan aturan-aturan Tuhan. Hampir seluruh lapisan dan peringkat masyarakat sudah melupakan Tuhan dalam kehidupan mereka. Rakyat awam, praktisi, pelaku dan pengamat sosial kemasyarakatan, seluruh lapisan rakyat, para pebisnis dan pengusaha, guru dan kalangan pendidik, para dai dan mubaligh, aparat penegak hukum, elemen yudikatif, legislatif serta kalangan pemerintahan pengambil berbagai kebijakan, semuanya sudah melupakan Tuhan. Kalaupun ada hanya sebatas ritual belaka yang tidak mampu mencegah insan-insan tersebut dari kemungkaran dan kejahatan.

Buku ini memuat berbagai ilmu dan hikmah yang Insya Allah merupakan panduan yang tepat dari Allah untuk menyelesaikan berbagai masalah yang menimpa manusia sekarang ini baik masalah diri, keluarga, masyarakat, negara ataupun internasional. Pelaksanaan ilmu dan hikmah ini dalam kehidupan masyarakat sehari-hari selain akan menyelesaikan berbagai permasalahan manusia, juga akan mendorong ke arah terbentuknya suatu masyarakat madani.

Masyarakat madani ialah masyarakat Islam yang maju atau berperadaban yang aman damai harmoni dan mendapat keampunan Tuhan. Ia maju karena anggota-anggota di dalam diri umat Islam itu dapat dibangunkan atau dimajukan berpaksikan iman atau aqidah atau tauhid.

Akalnya dapat dibangunkan dengan bermacam-macam ilmu yang memberi manfaat sama ada ilmu Akhirat maupun ilmu dunia yang bermacam-macam cabangnya, dipenuhi dengan pengalaman-pengalaman, jiwanya dapat dibangunkan rasa tauhid atau rasa bertuhan, sifat ikhlas, kasih sayang, pemurah, berani, sabar, tawakal, lapang dada, bertolak ansur, redha, qanaah, zuhud. Nafsunya dapat dibangunkan (dibersihkan dari pada nafsu ammarah kepada lawwamah seterusnya mulhamah, mutmainnah, radhiah, mardhiah, kamilah). Paling tidak, dapat dibangunkan kepada nafsu mulhamah. Di sini sudah sampai kawasan selamat. Lebih daripada itu ia merupakan subsidi dari Allah iaitu darjat-darjat dan pangkat-pangkat yang lebih tinggi lagi di kalangan orang mukmin.

Membangunkan jiwa dan nafsu ia bersifat rohaniah. Kemudian anggota lahirnya (jawarih) dapat membangun kemajuan Fisik berpandukan ilmu, bertunjangkan iman iaitu keperluan-keperluan kehidupan dunia yang bersifat material seperti dapat membangunkan keperluan makan minum yang sebaik mungkin, tempat tinggal, tempat kerja seperti pejabat, industri dan lain-lain secanggih mungkin, kemudahan-kemudahan kehidupan seperti jalan raya yang baik, kenderaan yang canggih mengikut zamannya, alat-alat senjata yang canggih yang seimbang atau lebih untuk keperluan semasa demi mempertahankan maruah agama, bangsa dan tanah air daripada serangan-serangan musuh.

Masyarakat madani adalah satu masyarakat yang wujud begitu unik, indah, menyenangkan, selesa karena di dalamnya penuh dengan sifat-sifat dan ciri-ciri ukhuwah, kasih sayang, timbang rasa, rasa bersama, bekerjasama, menyenangkan, selesa, bersatu padu, bertolak ansur, maaf-bermaafan, doa-mendoakan, bertolong bantu, pemurah, berani di sudut kerohaniannya, berdisiplin, bersih daripada dosa dan noda. Kalau berlaku pun terlalu sedikit atau ada tapi tidak dapat dilihat karena ia telah tenggelam dengan pahala atau kebaikan yang tercetus dari masyarakat Islam.

Anggota masyarakat benar-benar hidup di dalam suasana aman makmur, maju, membangun, berkemudahan di dalam serba-serbi, di dalam makan minum cukup boleh jadi mewah, pakaian serba ada, tempat tinggal selesa, perhubungan mudah, perniagaan, industri, pertanian, pendidikan maju. Semua orang ada kerja, tidak ada orang yang menganggur, mudah beragama, senang mencari rezeki, mudah belajar, tempat-tempat rawatan penyakit banyak dan menyenangkan, maruah agama, bangsa dan negara terjaga, semua aspek hak-hak asasi manusia terjamin, ia dijaga dan diamalkan, dipertahankan, siapa mencerobohnya diadili dan dihukum setimpal dengan kesalahannya.

Manusia rasa bebas membuat aktiviti, di dalam kebebasan tidak melanggar peraturan, tidak merosakkan hak asasi manusia, manusia aktif tapi berdisiplin, rajin tidak pula melanggar etika masyarakat, di dalam maju suasana tenang, di dalam kesibukan tidak ada pelanggaran undang-undang, bertemu, bergaul, berbincang, bermesyuarat, bercakap tapi dengan penuh bersopan, rendah diri, tidak ada orang yang berlagak dan menunjuk-nunjuk, di dalam suasana hormat-menghormati, jaga-menjaga, ingat-mengingati, tegur-menegur, sayang-menyayangi, berlumba-lumba membuat kemajuan dan kebaikan tapi tidak ada hasad dengki, tidak ada pelanggaran, ia bersifat selamat menyelamatkan.

Demikianlah gambaran masyarakat yang pernah wujud dan Insya Allah akan wujud sekali lagi di akhir zaman karena sudah dijanjikan oleh Allah SWT melalui lidah RasulNya. Semoga kita berperan serta secara aktif dalam mewujudkannya.

Aku memohon ampun pada-Mu ya Allah kalau ada ketidaktepatan di dalam buku ini, atau pada waktu menulis ini ada tujuan-tujuan yang lain selain-Mu, baik saya sedari atau tidak, karena ikhlas di dalam beramal amat susah wahai Tuhan. Oleh itu hidayah dan taufiq-Mu yang aku harap selalu agar aku sentiasa terpimpin di dalam sebarang hal.
Wallahulhadi ilattorikus sowab.
Wallau 'alam

=== sekian ===

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer