Hatim Al Assam Dan Seorang Mufti

Hatim Al Assam suatu hari berziarah ke tuan Mufti di daerahnya. Sesampainya di rumah itu, didapati rumah itu besar penuh dengan segala kelengkapan dan perhiasan yang bukan keperluan dan mubadzir. Beliau segera teringat dengan firman Allah:

“ Dan janganlah kamu mubadzir. Bahwasannya orang-orang yang mubadzir itu adalah dari golongan syaitan dan syaitan itu sangat kufur pada Tuhan “
( Al Isra’ : 26 – 27 )

Karena itu Hatim berkeinginan kuat untuk mengingatkan tuan Mufti tentang keterlanjurannya itu. Dengan penuh hikmah dan bijaksana Hatim pun bertindak. Sewaktu sama-sama mengambil wudhu, Hatim sengaja membasuh semua anggota wudhunya sebanyak empat kali, lebih dari seharusnya.

Hal ini telah menarik perhatian Tuan Mufti sehingga Mufti itu berkata, ”Mengapa Saudara melebihkan basuhan anggota wudhu Saudara? Bukankah itu makruh dan mubadzir namanya ?”

Mendengar itu Hatim tersenyum dan berkata, “Mubdazir sedikit air pun Islam tidak membenarkan. Apalagilah mubazir beribu-ribu ringgit untuk sebuah rumah dengan segala perhiasan tidak berguna, tentulah Islam tidak membenarkan. Tuan, saya bimbang tuan akan dimurkai ALLAH karena melakukan pemubadziran yang begini besar.”

Begitu sikap Hatim, seorang mukmin yang sebenarnya, mengingatkan saudaranya supaya sama-sama menaati perintah ALLAH. Bukan artinya Hatim menginginkan rumah mewah itu, tapi dia melawan keinginannya karena mematuhi perintah ALLAH. Hatim mengorbankan dunianya untuk kepentingan akhirat . Hadits Rasulullah mengatakan:

“ Tidak dianggap sempurna iman seseorang hinggalah aku ( Rasululallah ) lebih dicintai daripada anaknya , ayahnya, dan manusia yang lain”
( Riwayat Bukhari )

Cinta adalah pengorbanan. Tidak dinamakan cinta kalau tidak ada pengorbanan untuk yang dicintai. Mencintai ALLAH dan RasulNya berarti sanggup berkorban untukNya. Dan bukti cinta pada keduanya melebhi pada cinta yang lain adalah kita sanggup mengorbankan yang lain untuk keduanya. Kalau tidak begitu, belumlah kita bisa dikatakan melebihkan cinta kita untuk ALLAH dan RasulNya.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer