F 06 Apa Itu Jemaah




F 06 Apa Itu Jemaah 




Kata ‘jemaah’ yang berasal dari bahasa Arab ini sudah digunakan sebagai bahasa Melayu di Malaysia dan di Indonesia. Oleh karena itu agak susah hendak menerjemahkan perkataan jemaah karena ia sudah menjadi bahasa kita bersama. Tentunya masing-masing bahasa mempunyai pengertian sendiri tentang jemaah.

Kalau kita kaji dengan ilmu, setidak-tidaknya jemaah itu ada dua makna yaitu makna biasa menurut bahasa dan makna menurut istilah. Walau bagaimanapun arti jemaah mengikut istilah itulah yang tepat dan benar.

Makna biasa bagi ‘jemaah’ menurut bahasa:

Jemaah menurut makna biasa atau menurut bahasa ialah satu kelompok manusia yang berada di sebuah bangunan atau satu kelompok manusia yang menduduki satu tempat atau berada dalam satu partai. Satu rombongan manusia yang berkumpul sedang menuju ke satu tempat, itu pun disebut jemaah juga. Walaupun matlamatnya tidak jelas tetapi dianggap sebagai jemaah juga. Ada orang sebut jemaah masjid dan jemaah surau. Jemaah haji pun disebut jemaah juga.

Begitulah pandangan biasa atau arti biasa atau menurut tata bahasa terhadap istilah ‘jemaah’. Namun bukan itu arti jemaah yang kita kehendaki. Makna yang kita hendak ialah jemaah menurut pengertian yang kedua.

Makna jemaah menurut istilah

Jemaah menurut istilah atau menurut pengertian yang kedua ialah satu kumpulan atau satu kelompok manusia yang berada dalam satu jemaah yang:

  1. Mempunyai satu cita-cita. Cita-cita itu mungkin cita-cita ekonomi, cita-cita bangsa, cita-cita negara, cita-cita pendidikan atau lain-lain.
  2. Menuju kepada satu tujuan. Mungkin tujuannya kemenangan dan lain-lain lagi.
  3. Dipimpin oleh seorang pemimpin.

Itulah makna jemaah secara umum mengikut pengertian yang kedua, baik jemaah yang hak maupun batil, jemaah Islam atau bukan jemaah Islam. Oleh karena kita hendak menegakkan Islam dan jemaah Islam maka fokus kita sekarang ialah jemaah Islam.

Apa itu jemaah Islam?

Di dalam Al Quran jemaah disebut partai Allah – hizbullah. Menurut pengertian yang tepat, partai Allah adalah satu kelompok atau satu kumpulan manusia yang terdiri dari bermacam-macam suku dan bermacam-macam bangsa, juga bermacam-macam latar belakang, berada dalam satu jemaah yang:

  1. Mempunyai cita-cita Islam.
  2. Berjuang ke satu arah tujuan iaitu untuk mendapatkan keredhaan Allah SWT.
  3. Berada di bawah satu kepimpinan atau di bawah seorang pemimpin baik pemimpin itu ditunjuk oleh Tuhan ataupun tidak.
  4. Mendapat ilmu dari sumber yang satu yaitu dari pemimpin di dalam jemaah itu. Ilmunya pula mencakup berbagai aspek ilmu untuk mendirikan bermacam-macam sistem dalam jemaah dengan tujuan mendapatkan keredhaan Allah SWT.

Itulah dia jemaah Tuhan atau partai Tuhan atau jemaah Islam. Jadi, kalau sebagian dari sifat-sifat yang ada di daftar tadi tidak ada maka jemaah itu bukan jemaah Tuhan atau jemaah Islam. Contohnya:

  1. Katakanlah pengikut atau kelompoknya sudah ada, ada pemimpin dan jelas tujuan tetapi ilmunya mengambil mengutip dari banyak sumber, bukan dari pemimpin itu sendiri. Atau mungkin sebagian ilmu itu dari pemimpin tetapi selebihnya mengutip dari sumber-sumber yang lain. Artinya pemimpinnya tidak cukup syarat. Maka itu bukan jemaah Islam. Pemimpin jemaah itu sudah cacat dan tidak sempurna.

    Kalau pemimpinnya Rasul maka ilmunya dari Tuhan yaitu wahyu. Rasulullah tidak mengambil ilmu dari Romawi dan Parsi, kemudian campur sedikit dengan wahyu. Tidak mungkin begitu. Jadi kalau pemimpin dalam satu jemaah atau satu partai, ilmunya bercampur-campur yakni ada yang dari dia dan ada dari hasil menguutip, maka jemaah itu akan rusak. Lebih-lebih lagi kalau dia ambil ilmu dari pemikiran pengikut untuk dijadikan pemikiran jemaah. Artinya jemaah itu lebih-lebih lagi akan rusak lantaran pemimpinnya sudah tidak cukup syarat dan tidak layak. Kalau pemimpin tidak layak, nanti dia akan merusak jemaah.

  2. Cita-cita atau tujuan kelompok dalam satu jemaah itu tidak sama. Mereka masuk dalam jemaah itu karena masing-masing ada strategi hendak menggunakan jemaah sebagai platform untuk mencapai cita-cita masing-masing. Mungkin ada untuk tujuan bangsa, tujuan ideologi, tujuan ekonomi, mungkin juga ada untuk tujuan Islam. Artinya tujuan atau cita-cita antara anggota jemaah sudah bercampur aduk. Ini lebih rusak lagi. Ini bukan jemaah Islam.

    Mana mungkin satu jemaah Islam yang kalau diibaratkan sebuah kapal atau sebuah mobil, penumpangnya minta dibawa ke berbagai tujuan. Tidak heranlah kita lihat jemaah-jemaah Islamiah di dunia hari ini selalu bertengkar. Bertengkar di mana-mana sebab orang yang ada di dalam partai atau jemaah itu mempunyai arah tujuan yang tidak sama. Cuma masing-masing tidak memberitahu atau tidak mengumumkan arah masing-masing. Tetapi dari sikap, gelagat, tindak-tanduk mereka, kita faham bahwa masing-masing ada tujuan sendiri. Sebab itu tidak dapat bersatu, selalu bertengkar dan berkrisis saja. Sudah begitu pun mereka masih mengatakan partai mereka adalah partai Islam.

Apabila tidak tepat ciri-cirinya maka jemaah tersebut bukan lagi partai atau jemaah Islam. Lebih-lebih lagi kalau ciri-cirinya banyak yang tidak ada, maka lebih jauh lagi dari partai Islam atau partai Tuhan. Bukan orang kafir yang merusakkan partai Islam tetapi pendukung-pendukungnya yang merusakkan partai atau jemaah mereka sendiri. Bukan orang kafir yang merusak tetapi orang Islam sendiri yang merusaknya. Ini menggambarkan perjuangan mereka tidak seperti yang Tuhan kehendaki.

Artikel ini diambil dari buku Buah Fikiran Siri 2, karangan Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer