Cinta dan Takut pada ALLAH Kunci Segala Kebaikan (1)

Bila manusia cinta kepada ALLAH, maka dia akan memberi ketaatan yang luar biasa kepada yang dicintainya itu. Ia akan mentaati semua perintah dan menjauhi semua larangan ALLAH, atas dasar cinta, bukan atas dasar kewajiban semata. Indah bukan? Ia tidak sanggup melanggar aturan ALLAH, menyakiti makhluk ciptaan ALLAH dan berbuat maksiat dan mungkar. Kalaupun terbuat juga kemungkaran atau kemaksiatan, maka dia akan cepat-cepat bertaubat, memohon ampun kepada ALLAH dan meminta maaf kepada sesama. Maka akan lahirlah masyarakat yang aman, damai, dan harmoni. Dalam Al Quran ada ayat yang mengatakan lebih kurang artinya orang mukmin itu dia tidak takut dan tidak berduka cita. Sedangkan dalam ayat lain ALLAH menyuruh kita untuk takut kepada ALLAH.

Pada ayat lain lagi disebut, hanya dengan mengingat ALLAH-lah hati menjadi tenang. Sepintas lalu ayat-ayat ini nampak bertentangan, padahal kalau kita kaji secara mendetail, sebenarnya tidak ada pertentangan. Duka cita, sedih, atau jiwa tidak tenang ini ada 2 kategori yang berbeda :

1. Duka cita pada hal yang berhubungan dengan soal-soal akhirat

2. Duka cita pada hal yang berhubungan dengan soal-soal dunia

Orang yang tidak kenal Tuhan, dia pemarah, emosi, sedih bukan karena cinta dan takut pada Tuhan, bukan karena akhirat, bukan karena dosa, tapi karena takut kehilangan dunia, misalnya karena takut sandal yang baru dibeli dicuri orang, takut uang habis (akhirnya menjadi kikir), karena takut ranking kelas turun, karena takut hilang pekerjaan (hingga tak yakin bahwa ALLAH Maha Pemberi Rizki), atau karena kawan marah. Kita takut, risau dan gelisah karena takut kehilangan dunia, takut kehilangan suami yang akan menikah lagi. Tetapi orang yang beriman dan memiliki rasa ber-Tuhan lain. Dia tidak gelisah, tidak susah hati karena orang marah kepada dia, atau karena dia tidak ada uang. Dia susah, gelisah, sedih, risau karena berkaitan dengan hal-hal Tuhan, akhirat, kematian. Sebab itu di dalam Quran ada 2 bentuk takut: takut pada Tuhan dan takut pada dunia.

Ada ayat yang mengatakan, ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang. Pada ayat lain dikatakan, orang mukmin itu bila disebut nama ALLAH gemetarlah hatinya. Nampaknya seperti ada double standard, yang pertama tenang, yang kedua gemetar.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer