C 06 Sembahyang Membina Peribadi Sabar




C 06 Sembahyang Membina Peribadi Sabar 




Sembahyang itu agung karena melalui sembahyang, kita terhubung langsung dengan Tuhan yang Maha Agung. Di antara ciri yang dapat menjadikan sesuatu bangsa itu bangsa yang agung adalah sifat sabar. Sabar itu ialah tahan menanggung atau menerima ujian dan kesusahan dalam mencari redha Tuhan. Orang yang sabar itu, dia takut dengan Tuhan. Takutkan Tuhanlah pendorong bagi sifat sabar. Takut kepada Tuhan dapat didapati dalam sembahyang yang dihayati sungguh-sungguh. Siapa dapat sabar artinya sudah mendapat perisai dari tipuan syaitan.

Sifat sabar lebih utama bagi seorang pemimpin. Oleh itu sifat sabar yang tertinggi dihadiahkan Tuhan kepada pemimpin, kepada para rasul terutamanya yang Ulul 'Azmi. Sabar adalah syarat utama bagi seorang pemimpin. Mereka hanya layak menjadi pemimpin untuk mengatur dan memerintah manusia sekiranya mereka memiliki sifat sabar. Bahkan Tuhan ada menyebut dalam Al Quran:

Maksudnya: "Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel, disebabkan kesabaran mereka." (Al A'raf: 137)

Selain itu, dalam sembahyang ada obat, ada pil untuk menjadikan seseorang itu sabar. Baik kita sadar atau tidak, sembahyang melatih dan mendidik kita supaya mendapat sifat sabar di tiga tempat iaitu:

  1. Sebelum sembahyang
  2. Di dalam sembahyang
  3. Setelah sembahyang

1. Sabar sebelum sembahyang

Hendak bersembahyang pun satu ujian. Contohnya, bila sembahyang belum tertanam dalam diri, susah hendak bangun sembahyang Subuh sewaktu kita sedang enak tidur. Sebab itu sebagian orang, apabila terjaga dari tidur, dia duduk-duduk dan menung dulu. Bukan istighfar tetapi mengenangkan betapa beratnya hendak pergi bilik air. Kalau tidak sabar, kita akan tidur kembali.
Kemudian hendak ke kamar mandi, di situ ada toilet yakni ada najis. Memang kita tidak suka tetapi terpaksa. Setengah jam sebelum sembahyang mesti bersiap-siap, mandi dan sebagainya. Kita terpaksa tarik-menarik dengan diri sendiri. Tanpa sadar di sini ada latihan sabar. Nyata sebelum sembahyang pun sudah perlu banyak sabar.

Bagi orang yang merasakan sembahyang itu indah, hal ini semua jadi mudah. Bahkan bila hendak masuk waktu sembahyang, mereka sudah gelisah dan tidak senang hendak buat kerja lain atau hendak tidur karena terlalu rindu untuk bertemu Tuhan.

2. Sabar di dalam sembahyang

Seseorang yang menghayati sembahyang dia akan jumpa banyak perkara-perkara yang besar, yang sangat memukul rohnya di dalam sembahyang. Contohnya bila kita sebut:

Maksudnya: "Tuhan yang menguasai dan mentadbir hari Akhirat." (Al Fatehah: 4)

Kita pasti akan sampai ke Akhirat jua nanti. Bagaimana keadaan kita nanti? Kalau dihayati, coba dirasai dan dibayangkan segalanya, tentulah sangat mencemaskan. Bagaimana kita akan menghadapi Tuhan di Akhirat nanti?

Di sinilah didikan sembahyang yang sangat mendidik hati, yang akan jadi pendorong supaya seseorang itu dapat bersabar. Bersabar melaksanakan suruhan Tuhan dan bersabar meninggalkan larangan Tuhan karena takutkan Neraka dan inginkan Syurga-Nya. Biarlah bersusah-susah sedikit. Biarlah tidak dapat mengikut kehendak nafsu asalkan di Akhirat kita selamat. Dengan demikian memudahkan kita untuk bersabar.

Untuk mudah logikanya, hal ini sama seperti orang yang mengejar dunia. Pergi sekolah bukanlah menyenangkan. Mau belajar bukan senang. Mau masuk universiti bukan mudah. Tetapi demi untuk menjadi pandai, supaya dapat kerja dan pangkat yang tinggi, bersusah payah pun dibuat juga. Orang dapat bersabar menghadapi apa yang dia benci, apa yang dia tidak suka dan apa yang menjemukannya, asalkan tujuan dan cita-citanya tercapai.

Kalau kita lihat dalam sembahyang itu ada banyak lagi perkara yang besar-besar. Antaranya, kita sebut berulang kembali 'Allah Maha Besar', kalimah yang memukul jiwa kita berapa ratus kali lipat lebih hebat. Tuhan dapat hidupkan, matikan, senangkan dan susahkan. Kalau ini yang menekan perasaan kita, itulah yang menjadi pendorong untuk kita sabar di dalam sembahyang.

3. Sabar selepas sembahyang
Kalau sembahyang itu benar-benar dihayati, perkara-perkara besar yang kita dapat di dalam sembahyang akan menyebabkan kita rasa takut kalau-kalau di Akhirat kita terjerumus ke Neraka yang dahsyat. Maka perkara-perkara yang Tuhan benci dan yang tidak senonoh, kita tidak akan buat. Bahkan dari tidak suka berkorban, kita akan berkorban. Dari tidak suka taat, kita akan taat. Dari tidak suka hendak berjuang, kita akan berjuang dan sanggup bersusah payah untuk Tuhan.

Sembahyang mendidik kita supaya sabar. Tetapi berapa orang yang dapat sabar. Rasanya dalam 100 000 orang, mungkin ada seorang saja. Bagi banyak orang, buah hasil sembahyang bukan saja tidak sabar, bahkan mazmumah pun tidak terangkat. Maksiat masih dibuat. Sembahyang hanya jadi budaya atau jadi adat kebiasaan. Orang lain sembahyang, dia pun sembahyang. Kalau tidak buat, malu pula dengan orang lain. Seperti orang lain pergi kenduri, dia pun pergi. Tidak pergi, tidak sanggup. Nanti apa orang kata. Pergi sembahyang dengan pergi kenduri, sama saja niatnya.

Seseorang yang berdiri di hadapan Tuhan dengan penuh penghayatan akan sabar. Penyakit tidak sabar dapat diobati melalui sembahyang. Sabar itu seolah-olah membuat kita jadi kebal. Perpecahan berlaku di mana-mana sebab kita tidak kebal. Kita tidak kebal karena kita tidak sembahyang.

Segala yang besar-besar, yang kita dapat di dalam sembahyang akan melahirkan perasaan takut, kecut, gemetar dan hebat kepada Tuhan. Kita membuat berbagai janji dan ikrar di dalam sembahyang. Setelah sembahyang, janji dan ikrar itu akan memburu kita. Itulah yang akan jadi pendorong untuk kita sabar. Kita sanggup bersabar dengan kerja-kerja Tuhan, karena kita meyakini Neraka itu lebih dahsyat azabnya dan Syurga itu lebih hebat nikmatnya.

MINTA PERTOLONGAN TUHAN UNTUK SABAR

Di dalam Al Quran, Tuhan berfirman:

Maksudnya: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar." (Al Baqarah: 153)

Artinya oleh karena untuk mendapat sabar itu sangat susah dan berat, para hamba diperintah supaya meminta pertolongan Tuhan untuk bersabar. Mintalah pertolongan Tuhan agar lahir dan batin kita di dalam sembahyang dipimpin dan diberi kekuatan oleh Tuhan. Mintalah pertolongan Tuhan untuk dapat kita memiliki sifat sabar.


Sajak

Sembahyang Titik Tolak Segalanya

Kebaikan seseorang hamba itu
Bermula daripada membaikkan sembahyangnya
Dari sembahyanglah titik tolak segala-galanya
Apabila sembahyang itu sempurna lahir batinnya
Khusyuk, khuduk, tadharuk
dan faham apa yang dibaca
Selepas itu rahmat dan berkat daripada Tuhan pun mencurah-curah
Dianugerahkan kepadanya
Allah Taala akan bersihkan jiwanya
Tuhan akan masukkan hidayah ke dalam hatinya
Cinta, takut, kasih sayang, pemurah, bertimbang rasa
Sabar, redha, tawakal, pemaaf pun berbunga
Kelihatan pula kepada peribadinya
syariatnya sangat dijaga
Akhlak mulianya
disiplin peribadinya ketara
karena itu betulkan sembahyang kita
Hayati sembahyang hingga kita terasa
bahawa kita menyembah-Nya
Janganlah kita anggap jiwa boleh dibersihkan
tanpa sembahyang
Atau boleh jiwa kita dimurnikan
dengan sembahyang yang lebih kurang
Sembahyang adalah ibu ibadah
Sembahyang adalah sumber segala kebaikan
Di dalam Islam sembahyang sangat diambil perhatian
Apabila baik sembahyang
segala-galanya akan menjadi baik
Jika sembahyang sudah dicuaikan
Atau bersembahyang tidak ada penghayatan
Maka seluruh pintu kebaikan akan tertutup
Kalau ada juga orang boleh buat kebaikan
tanpa sembahyang
Ini adalah kebaikan bukan bertunjangkan iman
Boleh jadi kebaikan itu secara kebetulan
atau ikut-ikutan
Haraplah diambil perhatian
tentang sembahyang

27 - 09 - 1999

Artikel ini diambil dari buku Buah Fikiran Siri 2, karangan Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer