admin's blog

Kisah Ke-81: Doanya Telah Dikabulkan

Ibnu Abi ad-Dunya menceritakan bahwa ada seseorang yang memimpikan Rasulullah saw. dan beliau berkata, "Datanglah kepada seorang Majusi di Bagdad lalu katakan kepadanya bahwa doanya telah dikabulkan."
Orang itu menuturkan, "Ketika terbangun pada pagi harinya, aku bingung, 'Bagaimana aku mendatangi orang majusi itu?'
Malam berikutnya aku tidur dan memimpikan hal yang sama. Begitu juga pada malam ketiga. Paginya, aku pun pergi ke Bagdad. Aku menemui orang majusi itu, dan aku mendapatkannya sebagai orang yang kaya dan memiliki harta yang melimpah.

Kisah Ke-80: Berdamailah dengan al-Bakri

Syekh Syihabuddin Abdul Warits al-Maliki menuturkan, "Antara aku dan syekh Nasiruddin Muhammad al-Bakri ada perbedaan dan perselisihan. Pada suatu malam, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Berdamailah dengan Muhammad al-Bakri."
Ketika aku terbangun, aku bergegas menemui al-Bakri dan berdamai dengannya."

Kisah Ke-79: Allah Menjagamu

Abu Musa at-Turki, salah seorang panglima besar pasukan khalifah al-Mutawakkil, mengikuti berbagai pertempuran. Ia tidak pernah terluka di dalam setiap pertempurannya. Tetapi, ia juga tidak pernah memakai senjata. Ada seseorang yang menanyakan perihal tersebut kepadanya. Ia menjawab, "Aku pernah memimpikan Rasulullah saw. dan aku berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, doakanlah saya.'
Beliau berkata, 'Tidak apa-apa, engkau telah berbuat baik kepada salah seorang dari keluargaku. Engkau akan mendapat penjagaan dari Allah.'"

Kisah ke-78: Abu Hanifah Dipukul

Seorang menteri bernama Ibnu Hubairah menginginkan Imam Abu Hanifah rahimahullah untuk menerima jabatan hakim. Ia bersumpah, jika sang imam tidak mau, ia akan memukul kepalanya dengan cambuk.
Kabar itu didengar oleh Abu Hanifah. Ia berkata, "Pukulannya dengan cambuk di dunia ini lebih ringan buatku daripada rantai-rantai besi di akhirat nanti. Demi Allah aku tidak akan menerimanya, meski aku akan dibunuh sekalipun."
Kata-kata Abu Hanifah didengar oleh Ibnu Hubairah. Katanya, "Berani juga ia membalas sumpahku dengan sumpahnya."

Kisah Ke-77: Bebaskan Manshur al-Jamal

Ahmad bin Yazid al-Mahlabi berkata, "Pada suatu malam kami sedang bersama dengan khalifah al-Mutamid Alallah. Ia terlihat mengantuk dan kepalanya tertunduk. Kata dia, 'Jangan ada yang pergi.'
Ia pun tertidur sekitar setengah jam. Ketika bangun, ia berkata, 'Bawalah ke sini seseorang yang bernama Manshur al-Jamal dari penjara.'
Mereka kemudian membawa orang itu. 'Sejak kapan kamu ditahan?' tanya al-Mutamid. 'Sejak tiga puluh tahun yang lalu,' jawab lelaki itu. 'Ceritakan kepadaku bagaimana kisahmu,' kata al-Mutamid.

Kisah Ke-76: Ibadah Hajinya Mabrur

Raja al-Mu'azhzham, ayah dari Shalahuddin al-Ayyubi, melaksanakan ibadah haji. Ketika ia tiba di Madinah, ia disambut oleh gubernur Madinah dan diperlakukan dengan perlakuan yang sangat baik.
Sang gubernur berkata kepadanya, "Aku akan membuka kamar suci untukmu, agar engkau bisa mengunjunginya secara khusus. Ini tidak didapatkan oleh orang lain, selain engkau."

Kisah Ke-75: Karena Surah Tabarak

Seorang syekh meminta izin untuk menemui Khawaja Bazrik rahimahullah. Ketika Bazrik menemuinya, ia melihat satu sosok lelaki tua yang penuh wibawa dan menakutkan. Bazrik bertanya, "Anda dari mana?"
"Aku dari negeri asing," jawabnya.
"Anda menginginkan sesuatu?" tanya Bazrik.
"Aku adalah utusan Rasulullah saw. untuk bertemu dengan Raja Syah," jawabnya.
"Orang tua, apa yang ingin engkau sampaikan?" kata Bazrik.

Kisah Ke-74: Engkau Akan Menguasai Mesir

Amir al-Bardajani menceritakan bahwa ia mengabdi kepada Muzhaffar Saifuddin Qutuz ketika ia masih kecil. Ketika itu, Saifuddin Qutuz memiliki banyak kutu. Amir menelisik dan menangkap kutu-kutu itu. Setiap berhasil membunuh satu kutu, ia mendapat bonus uang.
Kata Amir, "Pada suatu hari, ketika aku sedang mencari kutu, aku berkata kepada Qutuz, 'Demi Allah, aku ingin memiliki lima puluh orang bawahan.'
Qutuz berkata kepadaku, 'Semoga Allah menjernihkan hatimu. Aku akan memberikan lima puluh orang bawahan untukmu.'

Kisah Ke-73: Penculikan Mayat Rasul

Pada tahun 557 H orang-orang Nasrani sepakat untuk memindahkan mayat Rasulullah saw. dari kuburan beliau. Mereka mengutus dua orang dari mereka untuk memasuki Madinah dengan menyamar sebagai orang Maroko. Mereka mengaku sebagai orang Andalusia. Mereka tinggal di kawasan yang searah dengan kamar suci (al-hujrah asy-syarifah) dari kiblat di luar masjid. Saat ini tempat itu telah dipugar karena perluasan bangunan masjid.

Kisah Ke-72: Tiga Muhammad Kelaparan

Di negeri Mesir, berkumpul Muhammad bin Nashr al-Marwazi, Muhammad bin Jarir ath-Thabari, dan Muhammad bin al-Munkadir. Mereka berkumpul di sebuah rumah dan menulis hadits hingga pada suatu hari mereka kekurangan makanan.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer