admin's blog

Kisah Ke-91: Ia Melihat Cahaya-Cahaya Nabi

Ada dua orang yang sedang berbicara, sementara Ka'ab al-Ahbar ada di dekat mereka. Salah seorang di antara mereka berkata, "Aku bermimpi seakan manusia dikumpulkan dan aku melihat semua nabi. Semuanya. Mereka memiliki dua cahaya, dan para pengikut mereka memiliki satu cahaya. Aku juga melihat Nabi Muhammad. Tidak ada satu pun dari bulu dan tubuhnya yang tidak mengeluarkan cahaya. Dan kulihat para pengikutnya memiliki dua cahaya.
Ka'ab al-Ahbar berkata, "Bertakwalah kepada Allah swt., wahai Abdullah. Pikir kembali apa yang kamu ucapkan tadi!|

Kisah 90 Aku Menyukainya

Salah seorang di antara ulama selalu membuka majelis pengajiannya dengan pembacaan qasidah (pujian terhadap Rasulullah saw.) karya Ka'ab bin Zubair r.a. Ada orang yang bcrtanya kepada ulama itu mengapa mereka mclakukannya. Jawabnya, "Aku pernah memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata kepada beliau, (Wahai Rasulullah, bolehkah aku membacakan qasidah karya Ka'ab bin Zubair untuk engkau?'
Beliau berkata 'Ya. Aku menyukainya dan menyukai orang-orang yang menyukainya.'
Sejak saat itu, aku berjanji kepada Allah, aku tidak akan lupa untuk membaca qasidah karya Ka'ab bin Zubair setiap hari.

Kisah Ke-89: Kembali ke Jalan Allah

Basyar al-Hafi r.a. berkata, "Aku menemui Akbar al-Kurdi dan kukatakan, 'Apa yang menyebabkan kamu kembali ke jalan Allah?
Kata dia, 'Di salah satu tempat ketika aku menjadi perampok jalanan, ada tiga buah pohon kurma, satu di antaranya tidak berbuah. Ada seekor pipit yang memindahkan butir-butir kurma dari pohon yang berbuah ke pohon yang tidak berbuah. Aku menghitungnya; sepuluh kali ia membawa butir-butir itu.

Kisah Ke-88: Ajari Aku al-Fatihah

Ahmad bin Husain bin Mahran al-Muqri' berkata, "Aku membeli seorang budak perempuan—kukira ia adalah seorang warga negara Turki—dan tidak bisa berbahasa Arab. Tetapi, teman-temanku memiliki budak-budak perempuan yang bisa menerjemahkan untuknya.
Suatu hari ia tertidur, dan terbangun dalam keadaan menangis. Ia berteriak-teriak (dalam bahasa Arab), 'Wahai tuanku... ajari aku surah al-Fatihah!'

Kisah Ke-87: Sembelihlah Lelaki Itu

Muradik al-Bashri berkata, "Aku membeli sesuatu dari salah seorang pemimpin bani Ahwaz(25). Aku terus-menerus datang dan kembali kepadanya, untuk menawar harga. Lelaki itu menyumpah serapah Abu Bakar dan Umar. Karena takut, aku tidak berani lagi kembali kepadanya.
Aku kembali ke rumah dalam keadaan gundah. Semalaman aku seperti itu hingga ketika aku tertidur, aku memimpikan Rasulullah saw. Aku berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, si fulan itu bersumpah serapah atas Abu Bakar dan Umar."
Beliau berkata, 'Bawalah ia kepadaku.'

Kisah Ke-86: Jangan Membaca Al-Qur'an

Abu al-Wafa al-Qari' al-Harawi berkata, "Pada suatu ketika, aku membacakan Al-Qur'an di hadapan Sultan. Tetapi, mereka berbicara sendiri dan tidak mendengarkan bacaanku. Aku pulang ke rumah dalam keadaan gundah. Aku tidur dan kulihat Rasulullah saw. di dalam mimpi dalam keadaan murung.
Beliau berkata kepadaku, 'Apakah kamu membacakan Al-Qufan di hadapan orang-orang yang berbicara dan tidak mendengarkan bacaanmu? Setelah ini, jangan kaubaca kecuali jika Allah menginginkannyal'

Kisah 85 Posisi Al Qur'an

Ada dua orang saleh yang senantiasa bertemu dengan Rasulullah saw di dalam mimpi mereka. Hal itu berlangsung beberapa lama. Tetapi, suatu saat mimpi itu tidak lagi dialami oleh salah seorang di antara mereka berdua. Ia berkata kepada sahabatnya, "Jika kamu bertemu dengan Rasulullah, sampaikan salamku kepada beliau. Tanyakan kepada beliau, 'mengapa sahabatku tidak lagi bisa bertemu dengan engkau, wahai Rasululullah?'"

Kisah Ke-84: Redaksi Shalawat yang Benar

Salah seorang perawi hadits meriwayatkan, "Suatu ketika aku menulis sebuah hadits. Aku hanya menuiis kata shalawat (tidak menyertakan kata keselamatan). Ketika aku tidur, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata, 'Tidakkah kau sempurnakan shalawat di dalam tulisanmu?'
Sejak itu, aku tidak pernah menuliskan kata shalawat kecuali aku menuliskan juga kata keselamatan {ash-shaldh wa as-salam)."

Kisah Ke-83: Kamu Sekeluarga Penghuni Surga

Sebagian dari keturunan Ali bin Abu Thalib tinggal di kota Balkha. Di antara mereka ada seorang perempuan yang sangat miskin dan memiliki beberapa anak perempuan. Suaminya sudah meninggal. Perempuan itu kemudian pergi ke Samarkand bersama anak-anak perempuannya, sebab ia khawatir ancaman musuh-musuh mereka.
Mereka pergi ke Samarkand bersamaan dengan cuaca yang sangat dingin. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan dua rombongan musafir: satu orang beragama Islam; satu orang lagi beragama majusi yang bertugas sebagai penjaga kota.

Kisah Ke-82: Bebaskan Pembunuh Itu

Ishak bin Ibrahim bin Mush'ab, Gubernur Bagdad, berkata, "Pada suatu malam, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata kepadaku, 'Bebaskan pembunuh itu!'
Aku gemetar setelah melihat mimpi itu. Aku menyalakan lampu lilin dan membuka-buka daftar tahanan. Tetapi, tidak ada orang yang ditahan karena pembunuhan.
Aku memerintahkan bawahanku untuk memanggil dua orang penanggung jawab penjara. Aku bertanya kepada mereka, Apakah ada orang yang ditahan karena dakwaan pembunuhan?'
Salah seorang di antara mereka menjawab, 'Ya. Kami telah menuliskan berita acaranya.'

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer