admin's blog

Nabi Menghukumnya di Masjid

Terjadi perdebatan antara Yahya al-Jala', seorang pengikut Sunni, dan seorang lelaki dari golongan Mutazilah. Al-Jala dikenal sebagai seorang yang memiliki argumentasi yang kuat dan memiliki dalil-dalil yang sahih. Tetapi, pada saat itu, kekuasaan berpihak kepada kaum Mutazilah. Mereka memutuskan persoalan lebih memihak kepada Mutazilah daripada Sunni. Al-Jala' pun mendapat kecaman yang tidak mengenakkan dari kelompok Mutazilah.

Imam Syafi'i Tidak Dihisab

Abu Bayan al-Asbahani mengatakan, "Aku memimpikan diriku bertemu dengan Rasulullah saw. dan berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, Muhammad bin Idris asy-Syafi'i adalah keponakanmu. Apakah engkau memberikan sesuatu yang istimewa kepadanya?'

Beliau berkata, 'Benar, Aku memohon kepada Allah agar Ia tidak menghisabnya.'
'Kenapa engkau berbuat begitu, ya Rasululah?' tanyaku.
Kata beliau, '(Hal itu) karena ia mengucapkan shalawat yang berbeda dan tak pernah diucapkan siapa pun, kepadaku.'
'Seperti apa shalawat itu, wahai Rasulullah?' kataku.

Al-Mutawakkil bermimpi Rasulullah membenarkan Imam Syafi'i

Hisyam bin Ammar berkata, "Aku mendengar aL-Mutawakkil bin al-Mu'tashim (8) berkata, 'Sungguh aku merindukan Muhammad bin Idris asy-Syafi'i. Andai aku hidup pada masanya; bisa melihat dan berdekatan dengannya; bisa belajar darinya. Sungguh, aku memimpikan Rasulullah saw. berkata,
Wahai manusia, sesungguhnya Muhammad bin Idris telah berpulang ke rahmatullah. Ia telah mewariskan ilmu yang bermanfaat bagi kalian. Ikutilah ia, maka kalian akan mendapatkan hidayah."

(8) Al-Mutawakkil dan al-Mu'tashim adalah dua orang khallfah pada masa Abbasiah

Rasulullah Meludahi Imam Syafi'i

Imam Syafi'i rahimahullah berkata, "Pada suatu ketika, aku memimpikan Rasulullah saw. Beliau berkata kepadaku, Aku memimpikan Nabi saw. Beliau berkata kepadaku, "wahai anak muda, siapa kamu?"
Aku menjawab, "Aku masih keturunanmu, wahai Rasulullah." Beliau berkata, 'Mendekatlah kepadaku"
Aku pun mendekati beliau. Beliau mengambil ludah dan berkata, "Bukalah mulutmu/"
Aku membuka mulutku, lalu beliau mengusapkan ludah itu ke dalam mulut dan bibirku. Kata beliau, 'Berangkatlah, semoga Allah memberkatimu.'"

Nabi Memberikan Kasturi kepada Malik

Abu Abdillah berkata, "Aku (bermimpi) melihat Nabi saw. duduk di masjid dikelilingi oleh para sahabat. Malik bin Anas berdiri di hadapan beliau. Sementara itu, di hadapan Rasulullah saw. ada banyak minyak kasturi. Beliau lalu mengambil beberapa bagian dan memberikannya kepada Malik. Lalu Malik membagikannya kepada orang-orang."

Syekh Yusuf bin Isma'il an Nabhany berjumpa Rasulullah SAW

Beliau (Syekh Yusuf bin Isma'il An Nabhany)   juga menulis :  setelah mimpi yang (Mimpi ke tiga): “Saya bermimpi melihat Rosululloh  setelah mimpi yang kedua dengan jarak sekitar 5 bulan, juga setelah fajar, keadaan beliau putih bersinar sebagaimana mimpi sebelumnya. Dan dalam mimpi ini, saya melihat ada dua pena di depan beliau, salah satunya berupa ruas kayu yang masih utuh belum diraut, dan yang lain telah berkurang, tinggal seukuran lima biji, dan telah diraut dengan rautan yang tidak lurus.

Pangkuan Malik Penuh Minyak Kasturi

Kisah Ke-26: Pangkuan Malik Penuh Minyak Kasturi

Abdullah az-Zubairi berkata, "Aku sedang duduk di masjid Rasulullah saw. bersama Malik bin Anas, seketika ada seseorang laki-laki datang lalu berkata, 'Siapa di antara kalian berdua yang bernama Abu Abdillah Malik?'
Orang-orang menjawab sambil menunjuk ke arah Malik bin Anas, "Dia."
Lelaki itu datang menemui Malik bin Anas, mengucapkan salam, memeluk, dan menciumnya. Kemudian lelaki itu berkata, 'Demi Allah, malam tadi aku memimpikan Rasulullah duduk di tempat ini. Beliau berkata, 'Bawa Malik ke sini!'

Sultan Nur Ad Din Zangi met Prophet in a dream

 

It was a peaceful night in Damascus in the year 1162 A.D. He had just gone to bed after completing his mid-night prayers. As he descended into deep snooze, a noble saint with face shining came to him and pointing towards two men with blue eyes, said, “Protect me from these two”. He just could not absorb it anymore and woke up trembling in distress. He performed ablution and offered prayers and again went to sleep. The same saint interrupted him again asking to protect against the evil of the two men. He woke up again and offered prayers and went to bed.

Orang Majusi yang mimpi berjumpa Rasulullah

 

Di dalam kitab Al-Multaqith diceritakan, bahawa sebagian bangsa Alawiyyah ada yang bermukim di daerah Balkha. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan.    

Berhenti berjumpa Rasulullah karena menyakiti keturunan Rasulullah

Judul Asli: MENGENAI KEKECEWAAN SITI FATHIMAH

Ada sebuah kisah (l.k. 30 tahun silam) yang berhubungan dengan kekecewaan Siti Fathimah – Terjadi di kota Surabaya sekitar awal tahun 1970. Kisah ini benar-benar terjadi, hanya saja saya sudah tidak ingat lagi nama dua orang pelaku-pelaku utama pada kisah nyata ini, maka kita beri nama samaran saja. Kedua orang itu adalah seorang pemuda Alawiyyin saya beri nama “Sayyid Walid”. Usia kira-kira 20 tahun Dan seorang tua penjaga Masjid Ampel Surabaya, Haji asal Madura, saya beri nama ‘Pak Haji”. Berusia sekitar 55 tahun.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer