AKIBAT KEHILANGAN TUHAN

Di dunia sekarang ini walaupun manusia percaya kepada Tuhan tetapi sudah kehilangan Tuhan. Baik umat Islam maupun bukan Islam, sudah kehilangan Tuhan. Sekalipun percaya Tuhan tetapi sudah hilang di hatinya. Padahal kehilangan Tuhan adalah satu musibah besar. Tidak ada musibah paling besar pada manusia melainkan musibah kehilangan Tuhan. Kehilangan uang, kekuasaan adalah masalah kecil. Tapi bila manusia sudah kehilangan, cinta Tuhan sudah tidak ada, maka itu adalah musibah besar.

Sedangkan cinta ALLAH sebagai Tuhan kita adalah cinta yang agung. ALLAH itu sangat memberi kasih sayang pada hambaNya. Bukti cinta ALLAH pada kita, bila satu pemberian ALLAH tidak ada maka yang lain tidak ada arti. Kalau ALLAH tidak memberi nafas, artinya kita akan mati. Waktu itu rumah dan kekayaan sudah tiada arti.

Kalau manusia sudah tidak cinta pada ALLAH maka otomatis cinta kepada sesama manusia tidak ada atau tidak murni lagi, kalaupun ada itu hanya karena ada kepentingan, tidak ikhlas dan karena harga diri, ikatannya terlalu tipis. Maka efeknya adalah tidak berkasih sayang, tidak pemurah, tidak toleransi, tidak amanah, tidak adil dsb. Mengapa? Atas alasan apa kita dapat mencintai orang lain sedangkan ALLAH yang sangat berjasa tidak kita cintai.

Orang yang kehilangan Tuhan bukan saja pada orang yang tidak menjalankan syariat, bahkan orang yang menjalanlan sholat dan berdzikirpun sudah kehilangan Tuhan. Walaupun mereka banyak di masjid, tapi sebenarnya hati mereka tidak kenal dan tidak mencintai ALLAH. Akibatnya tidak lahir kasih sayang dan di dalam masjid pun dapat pula terjadi pertengkaran.

Kalau orang yang tidak cinta ALLAH itu orang yang tidak melaksanakan syariat, masih wajar. Tapi apa yang terjadi? Yang menjadi pembohong, memfitnah, menipu,dan korupsi adalah mereka yang sholat, puasa, banyak zikir, naik haji, umrah dll. Bukan saja orang politik, bahkan orang yang sholat pun sudah terpisah dengan ALLAH. Ibarat seorang anak yang berbakti kepada ibunya bukan untuk berkhidmat tetapi ingin memanfaatkan ibunya untuk tujuan mendapat harta.

Sebab itu dunia saat ini sudah sangat kronis. Bila cinta tiada, kasih sayang tiada. Sedangkan kasih sayang makanan jiwa. Bila jiwa tidak diberi makanan, maka orang kaya akan gila kuasa, sakit jiwa dan tidak ada kebahagiaan. Masalah masyarakat saat ini banyak melanda orang tinggi, berkuasa, pemimpin. Walaupun ada uang, rumah besar kedudukan tinggi tapi anak –anak terlibat narkoba dan perkelahian satu sama lain, istri lari dan tidak taat masing-masing tidak sehaluan. Inilah akibat bila ALLAH sudah hilang, bila cinta pada ALLAH sudah tiada, maka hilanglah cinta sesama.

Bila kehilangan kasih sayang maka terjadi gangsterisme dan kenakalan anak – anak sekolah, perpecahan di antara partai politik dan sesama anggota partai. Adakah hal seperti ini dapat diobati dengan kekayaan, nama dan kemewahan? Maknanya masalah kasih sayang ini tidak dapat diobati dengan kekayaan. Kalaulah kekayaan dapat mengobati manusia, tidak akan terjadi istri lari, anak terlibat narkotika, dll. Kalaulah kekuasaan dapat menjalin kasih sayang, maka tidak akan terjadi pemerintah yang banyak berjasa tapi rakyat benci.

Inilah akibat masing – masing sudah kehilangan Tuhan. Karena itulah marilah kita bersama – sama mencari dan menghayati ALLAH, Tuhan kita. Ia kunci kebahagiaan hidup.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer